DISTORI.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan melakukan kunjungan ke Israel pada Rabu (18/10/2023). Hal tersebut diungkapkan oleh pihak Gedung Putih dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.
Blinken berbicara setelah bertemu selama hampir 8 jam di kementerian pertahanan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada kunjungan kedua diplomat tinggi AS sejak serangan Hamas pada 7 Oktober.
“Presiden akan menegaskan kembali solidaritas Amerika Serikat dengan Israel dan komitmen kuat kami terhadap keamanannya,” kata Blinken di Tel Aviv.
“Israel mempunyai hak dan kewajiban untuk membela rakyatnya dari Hamas dan teroris lainnya serta mencegah serangan di masa depan,” tuturnya, sebagaimana dilansir AFP.
“Biden akan mendengar dari Israel apa yang dibutuhkan untuk membela rakyatnya saat kami terus bekerja sama dengan Kongres untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby di Washington mengungkapkan Biden akan mengunjungi Tel Aviv. Dia juga mengumumkan bahwa Biden akan melakukan perjalanan ke Yordania di mana dia akan bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II, pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
Blinken mengatakan bahwa Amerika Serikat juga mendapatkan jaminan dari Israel untuk berupaya membawa bantuan asing ke Jalur Gaza yang miskin dan diblokade ketika Israel mempersiapkan serangan darat terhadap wilayah yang dikuasai Hamas.
Para pejabat AS mengatakan bahwa koordinator bantuan kemanusiaan AS yang baru, David Satterfield, akan bekerja dengan Israel untuk mengembangkan rencana yang lebih konkret.
Biden berharap untuk “mendengar dari Israel bagaimana mereka akan melakukan operasinya dengan cara yang meminimalkan korban sipil dan memungkinkan bantuan kemanusiaan mengalir ke warga sipil di Gaza dengan cara yang tidak menguntungkan Hama,” kata Blinken.
“Atas permintaan kami, Amerika Serikat dan Israel telah sepakat untuk mengembangkan rencana yang memungkinkan bantuan kemanusiaan dari negara-negara donor dan organisasi multilateral menjangkau warga sipil di Gaza,” kata Blinken.
Dia mengatakan kedua belah pihak sedang mendiskusikan “kemungkinan menciptakan kawasan untuk membantu menjaga warga sipil dari bahaya.”
“Kami menyambut baik komitmen pemerintah Israel untuk mengerjakan rencana ini. Presiden sangat menantikan untuk membahasnya lebih lanjut ketika dia berada di sini pada hari Rabu,” katanya.
Biden telah bersumpah solidaritasnya yang teguh dengan Israel setelah mengalami serangan terburuk dalam 75 tahun sejarahnya. Namun, dia juga telah menyuarakan keprihatinan mengenai usulan yang lebih parah yang dapat berdampak pada warga sipil di Gaza dan sebelumnya menekan Israel untuk membatalkan keputusan untuk menutup pasokan air.
“Kami memiliki kekhawatiran yang sama dengan Israel bahwa Hamas mungkin akan menyita atau menghancurkan bantuan yang masuk ke Gaza atau mencegahnya menjangkau orang-orang yang membutuhkannya,” kata Blinken.
“Jika Hamas dengan cara apapun menghalangi bantuan kemanusiaan untuk menjangkau warga sipil, termasuk dengan menyita bantuan itu sendiri, kami akan menjadi pihak pertama yang mengutuk tindakan tersebut dan kami akan berupaya mencegah hal serupa terjadi lagi.” (CNBC Indonesia)