DISTORI.ID – Bupati Aceh Besar Muharram Idris menghadiri orasi ilmiah dalam rangka Sidang Terbuka Senat Milad ke-12 Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh Tahun 2026 di Kampus ISBI Aceh, Kota Jantho, Selasa (6/10/2026).
Milad ke-12 ISBI Aceh mengusung tema “Berkarya dalam Seni, Berakar pada Budaya, Melangkah Menuju Masa Depan.”
Momentum tersebut menjadi ajang untuk memperkuat peran perguruan tinggi seni dalam melestarikan kebudayaan sekaligus mengembangkan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman.
Muharram Idris yang juga merupakan Anggota Dewan Pertimbangan ISBI Aceh menyampaikan apresiasi atas perjalanan 12 tahun perguruan tinggi tersebut.
Menurutnya, keberadaan ISBI Aceh memiliki arti strategis bagi Aceh Besar, khususnya Kota Jantho.
ISBI Aceh dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi ruang pengembangan talenta kreatif, pelestarian kearifan lokal, serta penguatan identitas budaya Aceh.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengucapkan selamat Milad ke-12 kepada ISBI Aceh. Selama 12 tahun, ISBI Aceh telah meletakkan fondasi penting dalam pengembangan seni dan budaya, sekaligus berkontribusi menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan Aceh agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujar Muharram Idris.
Ia mengatakan, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia, identitas budaya, serta kreativitas masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Karena itu, ia berharap ISBI Aceh terus berperan dalam melestarikan seni, bahasa, adat, dan pengetahuan lokal melalui pendidikan dan penelitian dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Muharram juga mendorong agar potensi akademik dan keahlian ISBI Aceh dapat semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut, kata dia, dapat diarahkan pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kerajinan, pertunjukan seni, promosi pariwisata, hingga berbagai kegiatan kebudayaan yang mampu membuka peluang usaha baru.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar siap memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan ISBI Aceh melalui program-program yang terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadikan seni dan budaya bukan hanya sebagai warisan yang dijaga, tetapi juga sebagai kekuatan untuk meningkatkan kreativitas, kesejahteraan, dan pembangunan daerah,” katanya.
ISBI Aceh Siapkan Langkah Strategis
Sementara itu, Rektor ISBI Aceh Prof. Dr. Wildan, M.Pd., mengapresiasi kehadiran para undangan dalam peringatan Milad ke-12 tersebut.
Wildan mengatakan, perjalanan ISBI Aceh selama 12 tahun merupakan hasil kerja bersama dalam membangun dan mengembangkan pendidikan seni serta kebudayaan.
“Dua belas tahun perjalanan ISBI Aceh bukan sekadar rangkaian angka dalam perjalanan waktu, melainkan refleksi dari perjuangan dan komitmen bersama untuk membangun institusi pendidikan tinggi seni budaya yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Wildan.
Menurutnya, Milad ke-12 menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai capaian, memperkuat komitmen kelembagaan, sekaligus mempersiapkan langkah strategis menghadapi tantangan masa depan.
Perguruan tinggi seni, kata Wildan, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Aceh.
Ia berharap ISBI Aceh semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, ruang tumbuhnya kreativitas, sekaligus penggerak pemajuan kebudayaan.
“Kami berkomitmen mewujudkan pendidikan tinggi seni budaya yang berlandaskan nilai-nilai adat, bernapaskan keislaman, serta memiliki visi yang adaptif dan berorientasi pada masa depan. Melalui kolaborasi dan kebersamaan seluruh sivitas akademika, kami ingin menjadikan ISBI Aceh sebagai ruang lahirnya gagasan, karya, dan generasi kreatif yang mampu menjaga warisan budaya sekaligus menjawab tantangan masa depan,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Senat ISBI Aceh, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) ISBI Aceh, Dewan Pertimbangan ISBI Aceh, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh, Wakil Rektor II Universitas Syiah Kuala (USK), Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Besar, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan, Manajer PT PLN Rayon Jantho, para ketua program studi, serta jajaran sivitas akademika ISBI Aceh. []






