DISTORI.ID – Industri musik nasional kembali memperkaya ragam karyanya melalui kehadiran grup musik rock alternatif pendatang baru, Mudgarden. Band yang beranggotakan tiga orang musisi muda dengan usia rata-rata 17 tahun ini resmi memperkenalkan karya perdana mereka ke hadapan publik melalui sebuah single berjudul “Berag”.
Kehadiran Mudgarden di tengah dominasi tren musik digital berpola pop instan memberikan warna tersendiri, sekaligus membuktikan eksistensi generasi muda dalam melahirkan karya seni yang jujur dan berkarakter.
Sejak diluncurkan secara resmi, lagu “Berag” langsung menarik perhatian para penikmat musik serta pengamat industri kreatif tanah air.
Meskipun pemilihan judul lagu tersebut terkesan tidak biasa dan mengundang rasa penasaran, pihak manajemen menjelaskan bahwa tajuk tersebut dipilih untuk merepresentasikan karakter band yang berani tampil autentik tanpa terikat oleh konvensi industri yang kaku.
Lebih lanjut, di balik penamaan yang unik tersebut, lagu ini menyimpan muatan filosofis yang erat kaitannya dengan realitas psikologis generasi muda. Menurut representasi kreatif band, karya ini menggambarkan kompleksitas emosional individu yang tengah mengalami fase percintaan perdana atau menyimpan perasaan dalam diam.
“Perumpamaan yang diusung dalam lagu ini menggambarkan situasi mental seseorang ketika merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya atau terjebak dalam perasaan terpendam,” kata perwakilan manajemen mengenai makna di balik karya tersebut.
“Filosofi sederhananya, semakin sebuah perasaan ditahan, maka ia akan semakin menyesakkan, dan melepaskannya begitu saja terkadang menjadi jalan keluar terbaik tanpa perlu berpikir berlebihan,” tuturnya.
Dari aspek penggarapan musikalitas, single “Berag” melibatkan kolaborasi strategis dengan sejumlah profesional berpengalaman di industri hiburan Indonesia.
Proses penulisan lagu dan komposisi musik dikerjakan oleh Adit Element selaku produser musik, yang berhasil memadukan elemen rock klasik dengan aransemen modern yang dinamis. Proyek ini juga merupakan wujud dedikasi terhadap visi awal mendiang Lucky Widja yang sempat menginisiasi pembentukan band ini pada tahap awal pengembangannya.
Tahapan produksi audio dilaksanakan dengan standar tinggi melalui perekaman instrumen dasar secara langsung di Bros Studio untuk memperoleh resonansi akustik yang natural.
Sementara itu, departemen vokal dan gitar diselesaikan di Defjones Studio, serta melalui proses mixing dan mastering oleh Jones Roma guna memastikan kualitas keluaran suara yang optimal dan memenuhi standar industri profesional.
Formasi Mudgarden sendiri digawangi oleh Firza pada instrumen drum, Nelson Zaky sebagai vokalis sekaligus gitaris, serta Bagas pada bass. Kolaborasi ketiga personel ini menghasilkan perpaduan musikalitas yang matang, memadukan ketukan ritmis bertenaga dengan karakter vokal yang ekspresif.
Seluruh karya ini didistribusikan secara komersial melalui label rekaman AD Record dan dapat diakses pada berbagai platform penyiaran musik digital utama.
Keberhasilan peluncuran debut ini turut ditopang oleh keterlibatan para profesional di berbagai bidang penunjang, antara lain Andra Daradjatun sebagai produser eksekutif, Gusti pada pengembangan jenjang merek dan ilustrasi visual, serta Aura Khansa yang mengelola strategi komunikasi media sosial.
Penguatan aspek visual turut diwujudkan melalui penayangan video musik resmi arahan sutradara Drewgon dari Nowdays Outdoor Production, serta dokumentasi fotografi oleh Gil.tri, dengan dukungan fasilitas dari Studio Motor dan Zipcoffee Official.
Melalui debut ini, Mudgarden diharapkan mampu memberikan kontribusi positif serta memperkaya khazanah musik rock alternatif di Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi musisi muda lainnya untuk terus berkarya secara profesional dan konsisten. []






