DISTORI.ID – Memasuki tahun ke-sebelas penyelenggaraannya, festival musik paling fenomenal di Indonesia, Synchronize Fest, kembali membuka ruang seluas-luasnya bagi kekayaan musik tanah air untuk saling bertemu, beririsan, dan merayakan kreativitas tanpa batas.
Perjalanan satu dekade pertama yang telah dilalui festival ini tidak hanya membawa mereka pada berbagai kesempatan emas, tetapi juga secara konsisten memperluas cara masyarakat memandang dan merayakan musik Indonesia.
Kini, di musim barunya, Synchronize Fest memasuki babak baru dengan tetap berpijak pada fondasi semangat yang sama, merangkai ulang mimpi-mimpi besar dalam ruang kolektif yang menyenangkan.
Mengusung tema besar “IT’S NOT JUST A FESTIVAL, IT’S A MOVEMENT”, sebuah roh perjuangan dan gagasan yang telah digaungkan sejak edisi perdananya, Synchronize Fest kembali menyapa para penikmat musik tanah air.
Perhelatan akbar edisi ke-11 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh pada tanggal 16, 17, dan 18 Oktober 2026 mendatang, bertempat di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Bagi pihak penyelenggara, keputusan untuk kembali menoleh ke akar pergerakan bukanlah sekadar upaya bernostalgia atau mengulang lembaran perjalanan yang sudah lewat.
Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk pemaknaan ulang tentang bagaimana sebuah festival dapat terus hidup dan relevan di tengah arus perubahan demografi generasi yang begitu dinamis.
Penonton Synchronize Fest hari ini tentu sudah sangat berbeda dengan mereka yang hadir pertama kali satu dekade silam. Generasi baru pendengar musik datang membawa cara pandang yang segar, kebiasaan mendengar yang berbeda, serta medium penemuan karya seni yang terus berevolusi.
David Karto selaku Director Synchronize Fest memandang tahun kesebelas ini sebagai momentum yang tepat untuk kembali kepada inti sari yang sejak hari pertama menjadi jiwa dari festival tersebut.
“Tagline ‘It’s Not Just A Festival, It’s A Movement’ secara natural sudah menjadi landasan awal Synchronize Fest. Berselang 10 tahun, kami mengangkatnya kembali sebagai pengingat bagi generasi yang lebih muda (gen-z) tentang alasan Synchronize Fest ini dibuat. Dengan musim baru, dan semangat yang mengakar,” ujar David Karto.
Salah satu wujud paling nyata dari gagasan besar tersebut diterjemahkan melalui deretan pertunjukan spesial atau special show yang disiapkan tahun ini.
Synchronize Fest tidak sekadar menyusun daftar panjang penampil demi meramaikan panggung, melainkan dengan sengaja mengangkat narasi sejarah dari berbagai era dan komunitas musik yang membentuk lanskap kebudayaan kita.
Pendekatan ini menghindari jebakan lorong nostalgia yang hampa, melainkan memberikan konteks ruang dan waktu yang jelas demi menyongsong masa depan industri musik nasional.
David Tarigan selaku Artist & Repertoire Synchronize Fest menegaskan bahwa pemetaan penampil dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar seluruh spektrum penikmat musik merasa terwakili.
“Kami berusaha untuk memetakan supaya ini semua jadi seimbang, semua pelan-pelan terwakili. Setiap orang memiliki ruang masing-masing, core memory, yang bisa dinikmati di Synchronize Fest,” kata David Tarigan.
Hal yang paling menarik dari deretan penampil tahun ini adalah bagaimana para musisi datang dengan membawa konsep pertunjukan yang matang. Mereka menjadikan panggung festival sebagai jembatan dua arah untuk menyuarakan gagasan-gagasan kreatif yang selama ini ingin disampaikan.
Ambil contoh kembalinya Geisha melalui tajuk Geisha A Retrospective Journey, di mana Momo kembali dipertemukan dengan Roby, Aan, Dhan, dan Nard, sekaligus tampil bersama Regina untuk meleburkan dua periode perjalanan band tersebut ke dalam satu panggung.
Ada pula band Pijar yang akhirnya kembali berkumpul setelah melalui proses panjang selama beberapa tahun.
Di sisi lain, ekosistem girl group Indonesia era 2000-an turut dihidupkan kembali lewat pertemuan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7icons, yang berkolaborasi bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, Sivia, serta diiringi aransemen musik oleh Jebung.
Tak ketinggalan, Project Pop merayakan tonggak sejarah 30 tahun perjalanan karier mereka, Maliq & D’Essentials berkolaborasi dengan Jakarta Movin dalam Konser Musikal Senja Teduh Pelita, serta Perunggu yang membawakan materi album Dalam Dinamika.
Nuansa musik lintas dekade juga diperkaya lewat persembahan The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif dengan arahan musik oleh Nikita Dompas, serta Tribute to Warkop DKI yang melibatkan Indro Warkop, GJLS, Duo Bahlul, dan Orkes Nunung CS.
Gerakan kolektif akar rumput pun mendapat panggung terhormat, mulai dari perhelatan Reggae Gang, kolektif hipdut ANTINRML, deretan pentolan emo dalam Emo Revival With Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly, hingga pagelaran musisi kawasan timur Indonesia dalam Timur Basudara.
Seluruh kemeriahan ini akan terdistribusi secara merata ke dalam delapan panggung utama yang masing-masing membawa karakter ekosistem berbeda, yaitu Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr.
Kolaborasi kurator independen seperti Krapela, LaMunai Records, Kobra Musik, hingga Indra Lesmana yang menghidupkan kembali memori RedWhite Jazz Lounge era Kemang 2011, semakin memperkuat kedalaman isi festival.
Lebih dari sekadar pesta musikal, gagasan movement juga diterapkan secara nyata di luar panggung.
Sinkronisasi kepedulian lingkungan diwujudkan melalui Water Refill Station, manajemen sampah bersama BRI Peduli, proyek upcycling dengan Koalisi Seni, instalasi seni daur ulang plastik Operasi Plastik oleh Stuffo, hingga donasi sebagian hasil penjualan tiket untuk penanaman mangrove di Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Smiling Coral, dan Greeners.
Kolaborasi transportasi publik bersama TransJakarta melalui program nebeng gratis turut dihadirkan guna menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Didukung oleh jaringan sponsor serta mitra strategis yang solid, Synchronize Fest 2026 siap mencatatkan sejarah baru pergerakan kebudayaan.
Tiket resmi perhelatan ini dapat diperoleh melalui situs web www.synchronizefestival.com. []






