NEWSPERISTIWA

Pangdam Hasanuddin Lantik 1.566 Prajurit Baru, Ini Pesan Tegas Kasad

DISTORI.ID – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Prayudha Secata Rindam XIV/Hasanuddin, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Rabu (9/9/2026).

Dalam upacara tersebut, sebanyak 1.566 siswa resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD dengan menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada).

Mereka dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan sebagai tahap awal dalam menjalani pengabdian sebagai prajurit TNI AD.

Upacara pelantikan turut dihadiri para Pejabat Utama Kodam XIV/Hasanuddin serta disaksikan langsung oleh orang tua dan keluarga para prajurit yang baru dilantik.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang dibacakan Pangdam XIV/Hasanuddin, ditegaskan bahwa TNI AD terus berupaya mencetak prajurit yang akan memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan di setiap kabupaten.

Menurut Kasad, para prajurit tersebut tidak hanya diproyeksikan untuk melaksanakan tugas pertempuran, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung percepatan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah rawan.

Karena itu, para prajurit diminta menjadikan ilmu pengetahuan, kemampuan teknik, serta taktik militer yang diperoleh selama pendidikan sebagai modal dasar untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Mereka juga diingatkan untuk memegang teguh jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.

“Ingatlah, bahwa momen pelantikan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian yang masih panjang. Karena itu, pelihara kehormatan diri, jaga nama baik satuan, dan buktikan bahwa kalian layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI AD,” tegas Kasad dalam amanatnya.

Menutup amanatnya, Kasad menyampaikan empat pesan penting yang diharapkan menjadi pedoman bagi para prajurit dalam mengawali perjalanan pengabdian.

Pertama, para prajurit diminta memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya sebagai sarana untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, mereka diminta terus mengasah ketajaman naluri militer untuk menunjang keberhasilan tugas, mengoptimalkan seluruh potensi diri, menjaga disiplin, serta tetap fokus menatap masa depan pengabdian.

Ketiga, Kasad berpesan agar setiap prajurit mencurahkan kemampuan terbaik untuk menghasilkan karya nyata bagi satuan, masyarakat, dan negara di mana pun mereka ditugaskan.

“Keempat, pahami bahwa setiap tantangan, hambatan, dan kesulitan yang kalian hadapi nanti merupakan bagian dari proses panjang pembentukan karakter, ketangguhan mental, dan kedewasaan sebagai seorang prajurit sejati,” pesannya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button