DISTORI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas Elpiji di sejumlah wilayah di Sulsel.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kelangkaan sekaligus memastikan ada atau tidaknya praktik penyimpangan dalam distribusi kedua komoditas tersebut.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan di lapangan untuk mendalami dugaan adanya praktik mafia BBM.
“Terkait dengan langkahnya BBM, tentu kita tidak akan diam. Dari Krimsus akan tetap melakukan penyelidikan, apakah itu ada mafia atau tidak ada mafia. Nanti akan kita sampaikan kembali,” ujar Didik saat ditemui wartawan di Mapolda Sulsel, Senin 7 September 2026.
Ia menegaskan, Polda Sulsel tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk penimbunan BBM bersubsidi, khususnya jenis solar.
“Polda Sulawesi Selatan berkomitmen kalau memang itu ada penyimpangan dan juga ada mafia BBM, terutama solar, pasti akan kita tindak lanjuti secara hukum. Tidak akan kita toleransi kalau hasil penyelidikan ditemukan unsur-unsurnya,” tegasnya.
Selain BBM, polisi juga mendalami persoalan kelangkaan gas Elpiji yang mulai dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah.
Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, Ditreskrimsus Polda Sulsel akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk dengan Pertamina dan pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Semua pihak akan kita koordinasikan, apakah itu Pertamina, pemilik SPBU, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan Elpiji, Krimsus akan berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan kelangkaan tersebut,” pungkas Didik.
Saat ini, tim Ditreskrimsus Polda Sulsel masih mengumpulkan data dan informasi dari lapangan.
Polisi memastikan hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah proses pendalaman selesai. []





