OLAHRAGA

I.League Bidik Kompetisi Indonesia Naik Kelas, Lisensi Klub Jadi Fokus

DISTORI.ID – Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, menargetkan kualitas kompetisi nasional terus meningkat sehingga mampu memiliki daya saing, tidak hanya di level domestik tetapi juga di panggung internasional.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengatakan peningkatan kualitas liga membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang kuat antara operator, pemangku kebijakan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.

Menurut Asep, I.League ingin membangun ekosistem kompetisi yang lebih tertata sehingga klub dapat lebih fokus menunjukkan performa terbaik di lapangan.

“Kami ingin memastikan peran liga sebagai pembuat ekosistem dan tim tinggal menunjukkan performanya. Kami ingin memastikan kepastian jadwal dari kalender dan hal-hal berkaitan dengan regulasi,” ujar Asep dalam acara Water Break PSSI Pers, Senin (31/8).

Ia mengatakan berbagai evaluasi dari musim-musim sebelumnya menjadi bahan pembenahan untuk meningkatkan standar kompetisi pada musim baru.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah sistem lisensi klub yang harus memiliki indikator dan standar penilaian yang jelas.

“Kami belajar dari sebelumnya soal perubahan untuk meningkatkan kualitasnya. Di musim baru ini, soal lisensi klub misalnya, harus jelas tolok ukurnya,” katanya.

Asep menambahkan, peningkatan standar lisensi menjadi salah satu langkah untuk mendorong klub semakin profesional.

Saat ini, seluruh peserta Super League 2026/2027 telah mengantongi lisensi untuk tampil di kasta tertinggi.

Sementara itu, sejumlah klub yang berkompetisi di Championship 2026/2027 juga telah memiliki lisensi yang memungkinkan mereka tampil di strata kompetisi yang lebih tinggi.

I.League memastikan proses tersebut akan terus dikembangkan. Penambahan aspek dalam penilaian lisensi klub juga menjadi bagian dari agenda pengembangan kompetisi.

“Fase ini adalah fase ekspansi. Salah satunya adalah penambahan lisensi klub. Ada lima aspek dalam lisensi klub dan musim depan akan ditambah dua lagi sehingga jadi tujuh aspek,” jelas Asep.

Jadwal Kompetisi Jadi Sorotan

Dari sisi komersial, Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, menilai kepastian jadwal menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai kompetisi di mata sponsor dan mitra bisnis.

Karena itu, I.League berencana menyusun kalender kompetisi secara lebih terpadu agar pihak ketiga memiliki kepastian dalam menyusun rencana kerja sama dan investasi di sepak bola Indonesia.

“Dulu, lihat jadwal saja sudah bersyukur. Dulu, bagaimana mau bikin proyeksi kalau jadwal juga enggak pasti. Dulu, enggak berani kontrak pemain tiga sampai empat tahun. Sekarang sudah mulai berani,” kata Sadikin.

Menurutnya, aspek komersial sepak bola sangat bergantung pada kualitas pertandingan yang disajikan kepada penonton.

Semakin menarik kompetisi, semakin besar pula peluang industri sepak bola untuk berkembang.

“Kembali ke aspek komersial, sepak bola adalah tontonan, tapi kalau tidak bagus tontonannya, orang enggak mau lihat. Sekarang satu atau dua tahun terakhir sedang meningkat,” ujarnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button