DISTORI.ID – Video yang diduga melibatkan dua pelajar SMK di Kabupaten Banyuwangi viral di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan luas di masyarakat.
Menyusul viralnya video tersebut, kedua pelajar yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Mereka mengakui perbuatan yang dilakukan merupakan tindakan yang disadari dan menyatakan penyesalan atas dampak yang ditimbulkan.
Dalam pernyataannya, keduanya mengaku menyesal karena peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada diri mereka sendiri, tetapi juga turut mencoreng nama baik keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.
“kami meminta maaf atas kelakuan kami yang mencoreng nama sekolah dan orang tua kami,”ujar keduanya dalam video yang beredar luas di Medsos.
Pihak sekolah bersama aparat terkait telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada kedua pelajar tersebut.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya edukasi sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan orang tua, mengenai pentingnya bijak menggunakan media digital serta menjaga privasi di era media sosial.
Masyarakat diimbau untuk tidak lagi menyebarluaskan video yang beredar karena dapat memperburuk dampak terhadap pihak-pihak yang terlibat, terutama apabila melibatkan anak di bawah umur.
Selain berpotensi melanggar hukum, penyebaran konten tersebut juga dapat menghambat proses pembinaan yang sedang dilakukan.
Pihak terkait berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan lebih mengedepankan edukasi serta perlindungan terhadap anak dibandingkan menghakimi mereka di ruang publik. []






