DISTORI.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman akan memberikan respons militer yang keras terhadap Iran setelah pangkalan militer AS di Yordania menjadi sasaran serangan rudal, Rabu (29/7).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah beberapa hari terakhir situasi di kawasan relatif mereda. Ketegangan kembali meningkat menyusul serangan yang diklaim dilakukan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania.
Laporan menyebutkan Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Yordania. Di saat yang hampir bersamaan, media pemerintah Iran juga mengabarkan adanya serangan Amerika Serikat di kawasan dekat perbatasan Iran-Irak.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam menghadapi serangan tersebut.
“Kami akan menyerang mereka dengan keras. Kami akan menghajar mereka habis-habisan,” ujar Trump.
Saat berbicara kepada wartawan di Oval Office, Trump kembali menegaskan bahwa pemerintahannya telah menyiapkan langkah balasan.
“Mereka tahu itu akan terjadi. Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya, tetapi tadi malam mereka mencoba menyerang kami,” kata Trump.
“Sekarang giliran kami. Kita lihat nanti apakah pada akhirnya bisa tercapai kesepakatan, tetapi kami akan membalas dengan sangat keras,” lanjutnya.
Sebelumnya, militer Yordania menyatakan telah berhasil mencegat lima rudal yang ditembakkan Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian mengakui bahwa pihaknya memang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan aksi perlawanan akan terus dilakukan selama ancaman terhadap Republik Islam Iran dan tindakan yang mereka sebut sebagai aksi ilegal pasukan AS masih berlangsung.
“Selama ancaman terhadap Republik Islam Iran terus berlanjut dan tindakan ilegal serta keji oleh pasukan Amerika terhadap kepentingan kami masih terjadi, perlawanan akan terus berlanjut,” demikian pernyataan IRGC.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut sebagai upaya serangan mendadak yang menyasar pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
Menurut CENTCOM, seluruh rudal berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap personel maupun instalasi militer Amerika Serikat.
“Semua rudal berhasil dicegat dan pasukan AS tetap waspada serta berada dalam status siaga tinggi,” kata CENTCOM seperti dikutip Al Jazeera.
Dalam perkembangan lain, IRGC mengklaim telah menyerang tiga kapal tanker di Selat Hormuz. Iran juga menegaskan tetap menguasai jalur pelayaran strategis tersebut yang menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.
Selain menegaskan kendali atas Selat Hormuz, Teheran juga mengumumkan rencana untuk memberlakukan pungutan terhadap kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut. []





