DISTORI.ID – Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, yang juga menjadi salah satu kandidat kuat Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, menghadiri kegiatan Commander’s Call dan Forum Silaturahmi Kepala Daerah Partai Demokrat bersama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Cibubur, Senin (27/7/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, Sayuti Abubakar tampak berinteraksi dan berfoto bersama Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, yang juga merupakan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, serta sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kehadiran Sayuti dalam forum strategis tersebut dinilai sebagai bagian dari konsolidasi nasional Partai Demokrat sekaligus memperlihatkan kedekatan komunikasi politiknya dengan jajaran elite partai.
Momentum tersebut menjadi sorotan karena berlangsung hanya beberapa hari menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026.
Di tengah menguatnya dinamika internal partai, kehadiran Sayuti dalam agenda resmi DPP dipandang mempertegas posisinya sebagai salah satu figur yang memperoleh ruang komunikasi dan kepercayaan dari kepemimpinan nasional Partai Demokrat.
Sejumlah kader Demokrat di Aceh menilai bahwa Sayuti Abubakar saat ini memiliki modal politik yang cukup kuat. Selain menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe, ia disebut telah memperoleh dukungan dari mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Aceh.
Dukungan akar struktural tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan DPD Demokrat Aceh pada periode mendatang. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme organisasi sesuai ketentuan partai.
Forum Commander’s Call sendiri merupakan bagian dari strategi konsolidasi nasional Partai Demokrat dalam memperkuat soliditas kepala daerah, mempererat koordinasi vertikal antara DPP dan daerah, serta menyamakan arah kebijakan politik menghadapi agenda nasional beberapa tahun ke depan.
Di bawah kepemimpinan AHY, Partai Demokrat terus mendorong transformasi organisasi yang menempatkan kepala daerah sebagai ujung tombak keberhasilan kader dalam menghadirkan pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam konteks tersebut, figur yang memimpin DPD di tingkat provinsi dipandang tidak hanya harus memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga mampu membangun sinergi yang kuat dengan DPP, memperluas basis elektoral, serta menyiapkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
Aceh sebagai salah satu wilayah strategis Partai Demokrat membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat komunikasi politik dengan pemerintah pusat.
Kehadiran Sayuti Abubakar bersama Teuku Riefky Harsya dan jajaran elite DPP dalam forum nasional tersebut kemudian dimaknai oleh banyak kader sebagai sinyal positif atas semakin kuatnya posisi politik Sayuti menjelang Musda.
Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa mekanisme pemilihan Ketua DPD tetap harus berlangsung sesuai aturan organisasi, melalui proses yang demokratis, dengan keputusan akhir berada pada forum Musda dan kebijakan DPP Partai Demokrat.
Dengan waktu yang tersisa sekitar sepekan menuju Musda, dinamika politik internal Partai Demokrat Aceh diperkirakan akan semakin intens.
Namun, rangkaian komunikasi politik yang ditunjukkan Sayuti Abubakar dalam agenda nasional DPP menambah optimisme para pendukungnya bahwa ia memiliki peluang besar untuk memimpin DPD Partai Demokrat Aceh dan menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi partai di tingkat daerah sejalan dengan arah pembangunan organisasi Partai Demokrat secara nasional. []






