DAERAH

Geopark Maros-Pangkep Dinilai UNESCO, Sulsel Kejar Status Global Tetap Bertahan

DISTORI.ID – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memastikan proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep bukan sekadar penilaian untuk mempertahankan status internasional, tetapi juga menjadi momentum memperoleh pendampingan dari UNESCO guna meningkatkan kualitas pengelolaan dan daya tarik kawasan tersebut sebagai destinasi wisata dunia.

Menurut Andi Sudirman, kunjungan dua asesor UNESCO merupakan agenda rutin untuk mengevaluasi pengelolaan geopark sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan agar kawasan karst Maros-Pangkep terus berkembang.

“Memang rutin mereka survei untuk melihat bagaimana kondisi geopark. Kami juga meminta pendampingan agar geopark ini bisa semakin menarik dari sisi destinasi, karena status penetapannya sudah ada,” kata Andi Sudirman usai menyambut tim asesor di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Ia mengatakan, hasil revalidasi nantinya akan memuat berbagai rekomendasi yang menjadi acuan pemerintah daerah dalam membenahi pengelolaan Geopark Maros-Pangkep.

“Nanti mereka akan memberikan masukan mengenai apa saja yang masih kurang,” ujarnya.

Andi menyebut tim UNESCO menegaskan tidak ada geopark yang benar-benar sempurna di dunia. Karena itu, proses evaluasi dilakukan sebagai bagian dari pembinaan agar setiap kawasan geopark terus meningkatkan kualitas pengelolaannya.

“Menurut mereka tidak ada geopark yang sempurna di seluruh dunia. Jadi kami akan terus didampingi dan dibantu untuk melakukan berbagai pembenahan,” katanya.

Dua asesor UNESCO, Soojae Lee dari Korea Selatan dan Xiaoping Qiu dari Tiongkok, dijadwalkan melakukan revalidasi Geopark Maros-Pangkep pada 27-31 Juli 2026. Penilaian tersebut menjadi penentu apakah kawasan itu tetap menyandang status UNESCO Global Geopark.

Selama berada di Sulawesi Selatan, tim asesor akan mengunjungi sejumlah geosite utama, mulai dari Taman Prasejarah Leang-Leang, kawasan Karst Rammang-Rammang, hingga Pulau Kapoposang. Mereka juga dijadwalkan bertemu masyarakat, pelaku UMKM, melihat konservasi penyu, menaiki Kereta Api Sulsel yang melintasi kawasan karst, serta berlayar menggunakan Kapal Pinisi.

General Manager Badan Pengelola Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark (MPUGGp), Dedy Irfan Bachri, mengatakan revalidasi merupakan mekanisme yang dilakukan UNESCO setiap empat tahun untuk memastikan status geopark benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengelolaan kawasan.

“Mereka akan melihat apakah status yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Geopark Maros-Pangkep,” kata Dedy.

Ia menjelaskan, saat penetapan status UNESCO Global Geopark, pengelola menerima enam rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti. Seluruh rekomendasi tersebut telah dilaporkan kepada UNESCO dan akan menjadi fokus penilaian selama proses revalidasi.

“Kita sudah mengirimkan enam rekomendasi itu sejak lama. Dan kami bersiap kedatangan asesor,” ujarnya.

Menurut Dedy, status UNESCO Global Geopark memiliki arti penting karena tidak hanya melindungi warisan geologi dan kawasan karst Maros-Pangkep, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta memperkuat promosi kawasan di tingkat internasional.

“Kalau dunia yang melindungi bukan hanya Maros-Pangkep, secara internasional orang akan bergerak. Kita akan kehilangan itu jika statusnya bukan Geopark. Kedua kehilangan identitas, identitas Maros-Pangkep itu kawasan karst,” tutup Dedy.[]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button