DISTORI.ID – Sebanyak 248 kepala SMA, SMK, dan SLB se-Aceh resmi dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (23/7/2026).
Pelantikan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kepala sekolah jenjang menengah di Aceh dilantik langsung oleh Gubernur Aceh.
Dalam sambutannya, Mualem menyebut pelantikan tersebut sebagai tonggak baru bagi dunia pendidikan di Aceh.
Ia berharap momentum ini menjadi awal lahirnya tata kelola pendidikan yang lebih profesional, berkualitas, dan bebas dari kepentingan di luar tugas utama lembaga pendidikan.
“Ini menjadi sejarah kepala sekolah SMA dan SMK yang ada pelantikannya. Dulu sebulan dua bulan diganti. Jangan ada lagi kepentingan di lembaga pendidikan,” ujar Mualem.
Menurutnya, keterlibatan langsung gubernur dalam proses pelantikan menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk memperkuat sektor pendidikan.
Karena itu, para kepala sekolah diminta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan siap dievaluasi secara berkala.
“Ini saya lantik langsung agar mengarah ke hal positif. Kita juga akan melakukan evaluasi secara berkala. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Mualem juga menegaskan bahwa hari pelantikan tersebut akan menjadi catatan penting bagi para kepala sekolah yang kini dipercaya membina dan membimbing generasi muda Aceh.
“Ini jadi hari sejarah bapak dan ibu yang bakal mengayomi anak-anak di sekolah. Semoga bisa sukses dan sejahtera bagi kita semua. Atas nama Pemerintah Aceh kami ucapkan selamat kepada semua pejabat yang hari ini menerima amanah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pemerintah, tetapi juga kepada Allah SWT.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pembimbing dan pembina generasi penerus Aceh.
“Jabatan ini adalah amanah Allah. Bapak dan ibu yang terpilih menjadi pembimbing dan pembina anak sekolah, mari kita ayomi sebaik mungkin,” kata Mualem.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setelah orang tua, guru dan kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter serta masa depan peserta didik.
Karena itu, seluruh kepala sekolah diminta memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik dan lingkungan sekolah tetap kondusif.
“Kita tahu bahwa selepas orang tuanya, kitalah pembimbing generasi muda Aceh. Jadi pastikan anak-anak benar-benar belajar, jangan berkelahi di sekolah. Murid sekolah saat ini akan menjadi pengganti kita ke depan,” tuturnya.
Mualem juga mengajak para kepala sekolah untuk terus membina akhlak dan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan memiliki arah masa depan yang jelas.
“Saya harapkan kepada kepala sekolah marilah jaga akhlak dan karakter anak-anak kita. Yang jelas anak di bangku SMA harus diarahkan ke jalan yang lebih bermakna,” ujarnya.
Menurut Mualem, pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh memperkuat birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan.
Selain melantik 248 kepala SMA, SMK, dan SLB, Gubernur Aceh juga melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh, yakni Muhsin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Amrizal sebagai Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Muhammad Fadhil sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Ramzi sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Aceh, serta dr. M. Fuad sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Zainoel Abidin. []






