DISTORI.ID – New York dan Yogyakarta kini terhubung oleh sebuah ikatan emosional. Tepat 40 hari setelah kepergian James F. Sundah, sang istri Priscillia Sundah Suntoso mendirikan yayasan untuk menjaga warisan sang maestro.
Di balik pendirian The James F. Sundah Foundation, ada pesan yang selalu diulang James: “No song, no music industry”. Keyakinan bahwa pencipta adalah fondasi industri musik kini diwujudkan dalam bentuk beasiswa riset.
Mahasiswa tingkat akhir di ISI Yogyakarta akan mendapat kesempatan meneliti hak cipta, royalti, dan kebijakan kekayaan intelektual. Dukungan datang dari tokoh lintas bidang, mulai dari musisi seperti Aminoto Kosin hingga tokoh pers Dahlan Iskan.
Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Irwandi, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting memperkuat literasi seni. Sementara Wendi Putranto menegaskan bahwa warisan James bukan hanya lagu, melainkan perjuangan menempatkan pencipta pada posisi strategis.
Melalui program ini, semangat James F. Sundah akan terus hidup, bukan hanya di panggung musik, tetapi juga di ruang akademik dan kebijakan publik. []






