DISTORI.ID – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta pendaki, wisatawan, dan warga tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Gunung Soputan, Sulawesi Utara, menyusul masih bertahannya status Level II atau Waspada.
Peringatan itu dikeluarkan setelah hasil evaluasi aktivitas gunung hingga 31 Mei 2026 menunjukkan aktivitas kegempaan masih relatif tinggi meski belum ada tanda pergerakan magma ke permukaan.
Pelaksana tugas Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan rekomendasi pembatasan aktivitas disesuaikan dengan potensi ancaman yang masih mungkin terjadi.
“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada),” kata Lana dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6), dikutip dari Antara.
Selain menjauhi area rawan, warga di sekitar lereng gunung diminta menyiapkan masker untuk mengantisipasi hujan abu apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi.
Data pemantauan periode 16–31 Mei mencatat aktivitas Gunung Soputan didominasi gempa tektonik jauh.
Seismograf merekam 11 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, dan 104 kali gempa tektonik jauh.
Dari sisi visual, belum terpantau guguran material. Asap kawah tercatat mencapai ketinggian maksimum 30 meter dari puncak.
Meski belum ditemukan indikasi migrasi magma maupun perubahan tekanan signifikan di bawah tubuh gunung, Badan Geologi mengingatkan potensi bahaya tetap ada.
Ancaman yang perlu diwaspadai meliputi lontaran material vulkanik, aliran atau guguran lava, hingga awan panas piroklastik.
Jika erupsi terjadi, bahaya lanjutan berupa lahar juga berpotensi muncul di sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Soputan. []




