DISTORI.ID – Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah jip wisata di kawasan Gunung Bromo, Jumat (29/5) pagi. Korban tewas terdiri dari sopir kendaraan dan seorang wisatawan asal Semarang.
Kecelakaan terjadi di jalur Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang merupakan akses menuju Lautan Pasir Bromo. Lokasi tersebut sebelumnya juga pernah menjadi tempat terjadinya kecelakaan yang melibatkan wisatawan asal Korea Selatan.
Ketua Paguyuban Hardtop Bromo wilayah Pasuruan, Widian Dharma Singgih, mengatakan insiden terjadi di jalur Wonokitri-Lautan Pasir Bromo.
“Lokasi kecelakaan berada di jalur Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Ini merupakan lokasi yang sama dengan kecelakaan wisatawan Korea beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jip berwarna oranye dengan nomor polisi BG 1478 EF itu sebelumnya melaju dari arah Bukit Dingklik menuju Lautan Pasir Bromo. Saat melintasi jalur Letter S, kendaraan yang mengangkut tiga penumpang tersebut diduga hilang kendali sebelum menghantam tebing batu.
Benturan keras mengakibatkan kendaraan mengalami kerusakan parah. Sopir dan seorang penumpang meninggal dunia di lokasi, sementara satu penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Petugas Satlantas Polres Pasuruan yang tiba di lokasi hanya menemukan bangkai kendaraan karena seluruh korban telah lebih dahulu dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
“Kami mendapat informasi korban sudah dibawa ke Puskesmas Sukapura. Saat dikonfirmasi, korban kemudian telah dirujuk ke Malang sehingga identitas lengkap belum kami peroleh,” kata Kapos Lantas Kejayan Aiptu Sugeng Wahono.
Polisi memastikan tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, meskipun insiden tersebut tidak dilaporkan secara resmi oleh pihak korban.
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca menyebut kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal.
“Pihak korban tidak membuat laporan. Namun kami tetap akan memeriksa saksi-saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya. []





