MUSIK

Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2, Shuttle Gratis dari Jakarta dan Bandung

DISTORI.ID – myBCA International Java Jazz Festival 2026 akan digelar pada 29–31 Mei 2026 di NICE PIK 2, Jakarta Utara. Festival ini bukan hanya sekadar perhelatan musik, melainkan sebuah ekosistem hiburan yang terintegrasi dengan layanan transportasi publik, fasilitas modern, serta lineup musisi kelas dunia.

Penyelenggara, Java Festival Production, menegaskan komitmen menghadirkan kenyamanan akses melalui kerja sama dengan sejumlah operator transportasi. Bluebird Group menyediakan shuttle gratis dari Lippo Mall Kemang, Plaza Senayan, fX Sudirman, dan Sarinah Thamrin. Layanan ini beroperasi penuh selama festival.

Selain itu, Cititrans by Bluebird Group menghadirkan rute langsung dari Bandung menuju NICE PIK 2, dengan titik keberangkatan di Dipati Ukur, Cihampelas Walk, dan Pasteur. Royaltrans TransJakarta juga menyediakan shuttle dari lokasi strategis seperti Dukuh Atas, Alam Sutera, Gambir, TMII, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Sementara itu, KAI Bandara menambah jam operasional rute Stasiun BNI City – Bandara Soekarno-Hatta, dengan shuttle tambahan menuju venue.

Festival tahun ini menghadirkan musisi internasional seperti Jon Batiste, Ella Mai, Daniel Caesar, dan wave to earth. Selain itu, Dave Koz and Friends Summer Horns, Earth, Wind & Fire Experience by Al McKay, Jenevieve, João Sabiá, Incognito, dan Thee Sacred Souls turut memperkuat panggung internasional.

Musisi Indonesia juga tampil dengan kekuatan penuh: Mahalini, Maliq & D’Essentials, RAN, Slank, dan Yura Yunita.

Dengan 10 panggung aktif dan puluhan penampilan setiap harinya, festival ini menghadirkan keragaman genre musik dari jazz, soul, funk, hingga pop kontemporer. Selain itu, instalasi seni di beberapa area festival memperluas pengalaman pengunjung, menjadikan Java Jazz sebagai perhelatan multidimensi.

Java Jazz Festival 2026 menegaskan posisinya sebagai festival musik internasional yang tidak hanya menampilkan musisi kelas dunia, tetapi juga menghadirkan sistem transportasi terintegrasi. Hal ini menunjukkan bahwa festival musik modern harus mampu menggabungkan hiburan dengan kenyamanan akses. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button