AKADEMIKBISNISPENDIDIKANTEKNOLOGI

Workshop Guru Kimia, Mengubah Persepsi Ilmu Sulit Jadi Mudah dan Menyenagkan

Dikenal sebagai salah satu ilmu yang sulit, disiplin ilmu kimia nyatanya memiliki kontribusi yang besar serta pengembangan ilmu memiliki prospek cemerlang.

“Sebagai institusi pendidikan tinggi, kami menyelenggarakan pelatihan kepada guru kimia di Jakarta untuk memberikan gambaran pembelajaran kimia yang menyenangkan. Melalui implementasi ilmu dalam pembuatan berbagai proyek kimia,” ujar Dr. Nila T. Berghuis, lulusan program doktoral kimia ITB yang menjabat Ketua Program Studi Kimia UPER.

Pelatihan yang diikuti oleh 100 guru kimia di Jakarta itu berfokus pada proyek keberlanjutan.

Seperti pembuatan solar panel sederhana dan pembuatan tisu dari limbah tanaman jagung.

Melalui partisipasi tersebut, menjadi langkah awal dalam pembelajaran kimia yang inovatif dan berkelanjutan.

Pada workshop pembuatan tisu dari limbah tanaman jagung, tim Prodi Kimia UPER menyiapkan sampah kulit jagung, ekstrak kulit manggis dan larutan kitosan.

Selanjutnya sampah kulit jagung yang telah dihaluskan seperti bubur dicampur dengan ekstrak kulit manggis dan larutan kitosan serta dikeringkan selama 12 jam untuk berubah wujud menjadi tisu.

Sedangkan pada pelatihan pembuatan solar panel sederhana, tim Prodi Kimia menggunakan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), yaitu alat penyerap cahaya dan pemisah muatan listrik melalui molekul pewarna.

Dalam kegiatan tersebut pewarna yang digunakan merupakan pasta blueberry dan pasta buah naga.

Hasilnya mendapati bahwa pasta blueberry mampu membantu menyerap cahaya dan menghasilkan listrik lebih banyak.

Sementara itu, Prof. Rudy Sayoga Gautama Benggolo, IPU. Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UPER menyampaikan bahwa Program Studi Kimia UPER menyusun kurikulum yang bersinergi dengan kebutuhan riil masyarakat dan industri.

Meskipun kental dengan orientasi ilmu ke ranah sains, ilmu kimia mampu menjawab kebutuhan riil industri.

Pada Program Studi Kimia UPER, kurikulum yang disusun berlandaskan upaya mencapai pembangunan berkelanjutan.

Dengan keunggulan pada bidang Bioteknologi, Kimia Migas, Kimia Medisinal, dan teranyar kehadiran mata kuliah Kimia Kosmetik.

“Selain itu, setiap pembelajaran juga didukung oleh dosen ahli dan praktisi dari masing-masing bidang kimia. Hal tersebut menjadikan Prodi Kimia UPER lebih unggul dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan di sosial dan industri,” ungkap Prof. Rudy.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/. []

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button