“Bayangkan, jika ada yang menerima money politics, maka uang yang diterima paling akan dipakai beberapa hari. Berbeda jika warga ‘sedekah suara’, maka manfaatnya minimal dapat dinikmati masyarakat selama 5 tahun ke depan,” tutur Nurkhoiron.
Dia menambahkan bahwa seluruh jaringan pondok pesantren di Kabupaten Rembang telah dilibatkan dalam pemenangan AMIN. Komponen pesantren di wilayah ini solid mengawal pemenangan AMIN.
Data Kementerian Agama, di Kabupaten Rembang terdapat 113 pondok pesantren terdiri atas pesantren salafiyah program kesetaraan, satuan pendidikan muadalah, pendidikan diniyah formal, dan ponpes salafiyah.
‘Sedekah Waktu’
Pada kesempatan yang sama, Deputi Relawan dan Partisipasi Publik Timnas AMIN Bambang Sutedjo memompa semangat para relawan.
Waktu penggalangan pemilih agar memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tersisa sebulan kurang. Relawan diminta terus meningkatkan spirit memenangkan AMIN.
“Kami berharap segenap relawan penggerak agar mewakafkan waktunya guna warga di lingkungan masing-masing mencoblos nomor satu. Kerelaan teman-teman semua ini sifatnya seperti ‘sedekah waktu’. Mari yakinkan diri bahwa kerja keras kita ini bernilai ibadah,” ujar Bambang.
Saat berdialog dengan relawan, Bambang menjelaskan bahwa langkah personel Posko TPS Gerakan Rakyat menyiapkan saksi di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.
Dikatakan, keberadaan saksi di semua TPS sangat penting. Mereka diharapkan dapat mencegah peluang manipulasi suara yang diperoleh paslon AMIN.
Berdasarkan data KPU, daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 Kabupaten Rembang sebanyak 498.303 pemilih. Pemilih tersebut akan menyalurkan hak suaranya di 2.201 TPS yang tersebar di 14 kecamatan dan 294 desa/kelurahan. []






