“Karena tidak direspon, timbul kecurigaan mereka dan langsung keduanya melaporkan itu ke pemilik gudang, Barlin,” katanya.
Tak lama kemudian pemilik gudang pun tiba, selanjutnya mereka berinisiatif untuk menobrak pintu kantor gudang kayu tersebut.
Alangkah terkejutnya mereka setibanya di dalam ketika melihat korban sudah tidak bernyawa.
“Tergeletak dengan posisi miring dan dari hidung korban mengeluarkan darah,” katanya.
Melihat itu, sebagain warga pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke perangkat desa setempat kemudian meneruskan laporan ke Mapolsek Kota Kualasimpang.
Beberapa saat setelahnya, anggota Mapolsek Kota Kualasimpang pun tiba dislokasi penemuan mayat dan segera melakukan olah TKP.
Terhadap korban, kata Kapolsek, pihaknya sudah coba menghubungi keluarga korban dan meminta untuk dilakukan Visum Et Revertum (VER), namun keluarga menolak dan mengikhlaskan kepergian korban.
“Sebab, dari keterangan keluarga, korban selama ini memang memiliki riwayat sakit darah tinggi dan sesak napas,” katanya.
Saat ini, kata Kapolsek, korban sudah dibawa ke rumah duka di Dusun Al Ikhsan Desa Kota Lintang Kecamatan Kota Kualasimpang untuk dilakukan fardhu kifayah.
“Kemudian langsung akan dikebumikan di TPU di Dusun Al Ikhsan Desa Kota Lintang,” ujarnya. []
Reporter: Zulfitra






