DAERAHNEWSPEMERINTAH

Pemko Sabang Siapkan Pengembangan Ekowisata Jaboi dan Pemberdayaan Usaha Warga

DISTORI.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Sabang terus mendorong pengembangan ekowisata Gunung Api Jaboi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Serbok Jaboi.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan fasilitas wisata, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pemasaran untuk memperkuat perekonomian masyarakat Gampong Jaboi.

Komitmen itu dibahas dalam rapat koordinasi pendampingan, pelatihan, dan pengembangan KUPS Serbok Jaboi yang dipimpin Wakil Wali Kota Sabang, Suradji, di Ruang Rapat Wali Kota Sabang, Rabu (21/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bappeda, Camat Sukajaya, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), serta sejumlah instansi teknis terkait.

Turut hadir unsur Pemerintah Gampong Jaboi, pengurus dan anggota KUPS Serbok Jaboi, serta perwakilan WRI Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan usaha berbasis perhutanan sosial.

Dalam pertemuan itu, Suradji menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar berbagai kebutuhan kelompok usaha dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Ia meminta perangkat daerah menginventarisasi persoalan di lapangan sekaligus mengidentifikasi solusi melalui dukungan pemerintah daerah maupun kerja sama dengan mitra lainnya.

“Kita ingin setiap pertemuan menghasilkan tindak lanjut yang jelas. Apa yang menjadi kebutuhan KUPS harus diinventarisasi, kemudian kita lihat mana yang bisa ditangani langsung dan mana yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah maupun pihak lain. Dengan duduk bersama, kita bisa mencari jalan keluar agar pengembangan Serbok Jaboi terus berjalan,” kata Suradji.

Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi penyediaan jaringan air bersih, pembangunan gapura identitas kawasan, pembersihan jalur akses, serta penambahan dan perbaikan penerangan jalan umum.

Peningkatan keamanan di sekitar kawah Gunung Api Jaboi juga menjadi prioritas untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemko Sabang mendorong pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi yang memadukan rekreasi, kreativitas, inovasi, dan pembelajaran berbasis alam.

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan ialah agrowisata buah naga. Melalui konsep ini, pengunjung tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga dapat mempelajari proses budidaya buah naga, mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga panen.

“Kita ingin wisata di Sabang memiliki nilai tambah, bukan hanya tempat untuk berkunjung, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Misalnya, pengunjung bisa belajar langsung proses budidaya buah naga dari awal sampai panen. Potensi yang ada harus dikembangkan secara kreatif agar memberikan pengalaman menarik sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Didukung Program Pendampingan dan Pengembangan Infrastruktur

Pengembangan ekowisata dan usaha lokal Serbok Jaboi turut didukung Program Blended Finance Model (BFM) di Provinsi Aceh, yang digagas melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan WRI Indonesia.

Program tersebut mendampingi KUPS Serbok Jaboi dalam mengoptimalkan potensi ekowisata Kawah Gunung Api Jaboi sekaligus mengolah sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pendampingan mencakup pelatihan pengelolaan destinasi, peningkatan kapasitas pelayanan dan pemanduan wisata, serta penyusunan standar operasional prosedur untuk program konservasi Pohon Asuh.

Masyarakat juga memperoleh dukungan dalam mengembangkan produk berbahan dasar belerang, seperti sabun dan lulur.

Dari sisi infrastruktur, sejumlah rencana penanganan meliputi pembangunan pagar pengaman di titik rawan kawah, jembatan akses, penyediaan spot foto interaktif, perbaikan jalur pendakian, penyediaan air bersih, serta pembenahan musala dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Pada 90 hari pertama, program tersebut akan difokuskan pada verifikasi kebutuhan teknis dan pelaksanaan pelatihan prioritas sebagai dasar pelaksanaan pengembangan selanjutnya.

Saat ini, KUPS Serbok Jaboi telah mengembangkan sejumlah unit usaha, antara lain ekowisata Gunung Api Jaboi, kolam air panas Dragon Park Jaboi, agrowisata buah naga, serta produksi sabun belerang dan teh sarang semut.

Pengembangan usaha tersebut didukung sumber daya manusia dengan beragam kompetensi, mulai dari pemandu wisata, fotografer drone, pemandu kegiatan luar ruang (outbound), hingga tenaga kuliner bersertifikasi.

Upaya pengembangan Gampong Jaboi juga telah mengantarkan desa tersebut meraih prestasi dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Selain itu, pengembangan kawasan mendapat dukungan pendanaan dari Bank Indonesia, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL), serta BPDLH.

Berbagai capaian dan dukungan tersebut menjadi modal untuk memperluas pengembangan usaha, meningkatkan kualitas layanan wisata, serta memperkuat daya tarik Gampong Jaboi sebagai destinasi berbasis alam dan pemberdayaan masyarakat.

Perluas Pemasaran dan Tingkatkan Kualitas Produk Lokal

Selain sektor pariwisata, peningkatan daya saing produk lokal menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut.

Kualitas produk, kelengkapan perizinan, dan pemenuhan standar keamanan perlu terus diperhatikan agar produk KUPS dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memperoleh kepercayaan konsumen.

Produk yang dipasarkan juga perlu memenuhi persyaratan keamanan dan kelayakan sesuai jenisnya, termasuk sertifikasi yang relevan.

Di sisi pemasaran, pemanfaatan media sosial, pengemasan yang menarik, serta perluasan jaringan distribusi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk.

Pasar lokal, khususnya sektor perhotelan dan homestay di Sabang, juga berpotensi menjadi saluran pemasaran bagi produk-produk KUPS Serbok Jaboi.

“Produk yang dihasilkan masyarakat harus kita bantu agar semakin berkualitas, memiliki legalitas yang diperlukan, dan dikenal pasar. Kita juga perlu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Potensi pasar di Sabang sendiri masih terbuka, sehingga ini harus menjadi peluang bagi KUPS untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambah Suradji.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KUPS, lembaga pendamping, dan mitra potensial, pengembangan Serbok Jaboi diharapkan semakin terarah dan berkelanjutan.

Optimalisasi potensi wisata alam yang dibarengi peningkatan kualitas produk lokal diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan usaha, serta menjadikan Gampong Jaboi sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman edukatif sekaligus manfaat ekonomi bagi warga setempat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button