DISTORI.ID – Lanskap industri layanan kesehatan kardiovaskular di Indonesia kembali mencatat tonggak sejarah penting. Seiring dengan eskalasi prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) berprofil kompleks, tuntutan terhadap keunggulan klinis (clinical excellence) dan kapabilitas teknologi rumah sakit menjadi pilar krusial yang tidak dapat ditawar.
Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) selaku flagship hospital dari Mayapada Healthcare mengambil inisiatif strategis dengan menggandeng Perhimpunan Intervensi Kardiovaskuler Indonesia (PIKI).
Kemitraan strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan forum tingkat tinggi bertajuk Strategic PCI Meeting 2026.
Ajang eksklusif ini berhasil menghadirkan lebih dari 50 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah terkemuka dari berbagai wilayah di Indonesia. Fokus utama pertemuan dipusatkan pada pemutakhiran wawasan ilmiah, pertukaran praktik terbaik (best practices), serta pendalaman teknik Complex Percutaneous Coronary Intervention (PCI).
Prosedur minimal invasif yang dikenal luas sebagai pemasangan ring jantung ini didemonstrasikan secara langsung (live case) di ruang Cath Lab MHJS, memberikan pengalaman edukatif berstandar tinggi bagi para praktisi medis yang hadir.
Penyelenggaraan forum ilmiah ini mencerminkan visi jangka panjang Mayapada Hospital Jakarta Selatan dalam memperkuat posisi sebagai pusat rujukan utama penanganan kardiovaskular kompleks di kawasan regional.
Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi institusional demi mendorong kemajuan dunia kedokteran nasional.
“Kami mengapresiasi kepercayaan PIKI kepada Mayapada Hospital Jakarta Selatan untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Strategic PCI Meeting 2026,” dr. Fiktor.
“Melalui sesi live case advanced PCI, tim dokter kami dapat berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai strategi penanganan sumbatan jantung kompleks bersama para dokter spesialis jantung dari berbagai wilayah Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus mendorong peningkatan kompetensi medis dan kualitas perawatan pasien jantung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Fiktor menjabarkan portofolio komprehensif dari fasilitas Cardiovascular Center MHJS yang didesain untuk menangani spektrum kasus kardiovaskular secara end-to-end.
“Cardiovascular Center MHJS didukung kolaborasi tim dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman serta teknologi mutakhir, seperti pemeriksaan diagnostik SPECT Scan untuk mengevaluasi aliran darah ke otot jantung dan mendeteksi area yang kekurangan aliran darah, hingga sistem robotik da Vinci untuk tindakan sesuai indikasi,” katanya.
“Kami menangani berbagai kasus jantung kompleks, mulai dari gangguan irama jantung (aritmia) melalui tindakan ablasi, penggantian katup jantung mitral dan aorta secara minimal invasif, kelainan pembuluh darah aorta, hingga penyakit jantung bawaan pada anak. Kapabilitas ini terus kami kembangkan untuk menghadirkan perawatan jantung kompleks yang semakin komprehensif,” tutur dr. Fiktor secara sistematis.
Sebagai inti dari agenda strategis ini, dua sesi demonstrasi live case di ruang Cath Lab MHJS mempresentasikan kompleksitas pengambilan keputusan medis di bawah tekanan operasional yang tinggi.
Sesi pertama dikendalikan oleh panel ahli yang terdiri dari dr. Muhammad Barri Fahmi, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC (Mayapada Hospital Jakarta Selatan), dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, FSCAI (Mayapada Hospital Tangerang), dan dr. Dendi Puji Wahyudi, SpJP(K) (Mayapada Hospital Bandung). Sesi ini membedah solusi teknis terhadap tantangan anatomi pembuluh darah koroner yang ekstrem.
Mengenai aspek teknis tersebut, dr. Muhammad Barri Fahmi menjelaskan, “Tidak semua sumbatan jantung dapat ditangani dengan pendekatan yang sama. Pada kasus dengan pembuluh darah sangat berkelok, penyempitan berat, atau lokasi sumbatan yang sulit dijangkau, dokter membutuhkan teknik dan perangkat khusus. Salah satunya melalui penggunaan guide extension catheter, yaitu kateter tambahan yang membantu perangkat intervensi mencapai area sumbatan secara lebih optimal, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.”

Sesi live case kedua dipimpin oleh dr. Ika K. Dhanudibroto, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA dan dr. Christian Sunur, Sp.JP(K), FIHA (Mayapada Hospital Jakarta Selatan), bersama dr. Amir Aziz Alkatiri, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI (Mayapada Hospital Kuningan) dan dr. Bimo Bintoro, Sp.JP(K) (Mayapada Hospital Bogor). Sesi ini memfokuskan analisis pada korelasi antara profil komorbid pasien dan ketepatan strategi intervensi.
dr. Ika K. Dhanudibroto menegaskan prinsip manajemen klinis yang berpusat pada pasien (patient-centered care), dengan menyatakan bahwa tantangan penanganan PJK kompleks bukan hanya membuka sumbatan, tetapi juga menentukan strategi tindakan yang paling tepat bagi setiap pasien.
“Lokasi dan karakteristik sumbatan, anatomi pembuluh darah, hingga penyakit penyerta atau komorbid menjadi pertimbangan penting dalam merencanakan tindakan. Melalui Strategic PCI Meeting 2026, kami dapat berbagi pengalaman dan mendiskusikan pendekatan klinis yang semakin personal, agar pasien memperoleh hasil perawatan dan kualitas hidup yang lebih baik,” katanya.
Keunggulan operasional Mayapada Hospital Jakarta Selatan tidak terbatas pada pencapaian medis kuratif semata, melainkan tercermin dalam kesiapan infrastruktur layanan gawat darurat dan pendampingan berkelanjutan.
Chief Operating Officer Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi, memaparkan cetak biru layanan terintegrasi yang disiapkan institusinya bagi publik.
“Kami menghadirkan layanan jantung terintegrasi, mulai dari Chest Pain Unit untuk evaluasi awal nyeri dada yang terhubung dengan Cardiac Emergency 24/7 dan didukung dokter spesialis yang siaga on-site selama 24 jam, hingga pendampingan personal melalui Cardiac Advisor serta layanan ambulans gratis dalam radius kurang dari 10 kilometer sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Joyce.
“Kami juga terus memperluas akses melalui kolaborasi dengan mitra asuransi, perusahaan, komunitas, dan jejaring kesehatan, agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan jantung yang komprehensif dan sesuai kebutuhan medisnya,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Strategic PCI Meeting 2026, Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan PIKI tidak hanya sukses memperkuat standar kompetensi klinis para dokter spesialis jantung di Indonesia, tetapi juga menegaskan kepemimpinan institusional dalam menghadirkan solusi layanan kesehatan kardiovaskular yang aman, inovatif, dan berstandar internasional. []






