DAERAHKRIMINALNEWSPERISTIWA

20 Anak Diamankan Usai Keroyok Pemuda hingga Tewas di Makassar

DISTORI.ID – Polisi mengamankan 20 anak di bawah umur yang diduga terlibat pengeroyokan hingga menyebabkan seorang pemuda tewas di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Ahmad mengatakan puluhan anak tersebut masih menjalani pemeriksaan. Polisi belum menetapkan peran masing-masing dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“20 orang yang diamankan, namun penyidik masih mendalami peranan masing-masing,” kata Jaffar, Senin (5/10/2026).

Jaffar menuturkan bahwa para terduga pelaku diamankan masih dibawah umur.

“Anak di bawah umur semua,” ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA. Korban tewas diketahui bernama Muh Akmal Makmur (24), warga Kecamatan Biringkanaya.

Akmal ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian. Ia mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan senjata tajam jenis parang.

Selain itu, terdapat anak panah busur yang masih menancap di bagian kepalanya.

Dalam kejadian itu, seorang korban lainnya, Muh Farel SM (16), mengalami luka berat. Farel mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung dan masih menjalani perawatan intensif di RS dr Tadjuddin Chalid, Makassar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, aksi tersebut bermula sekitar pukul 02.00 WITA saat kelompok korban sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.

Tak lama kemudian, datang kelompok lain menggunakan sekitar 12 sepeda motor. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam berupa parang dan busur dan hendak menyerang kelompok korban.

Kelompok korban kemudian melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut ke arah Kabupaten Maros.

Namun, saat tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, tepat di depan Alfamart PK Arung Teko, motor yang dikendarai Arif dan membonceng Nizar serta Akmal terlibat kecelakaan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga bersama Farel.

Kelompok yang diduga berasal dari Maros kemudian melihat kecelakaan tersebut. Mereka berbalik arah dan kembali menyerang kelompok korban menggunakan parang dan busur.

Akmal dan Farel yang berada dalam kondisi pascakecelakaan tidak sempat menyelamatkan diri. Keduanya kemudian menjadi sasaran pengeroyokan.

Akmal meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Farel mengalami luka berat.

Jenazah Akmal kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara sekitar pukul 05.08 WITA untuk menjalani pemeriksaan forensik berupa visum et repertum dan autopsi.

Polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk motif penyerangan serta peran masing-masing dari 20 anak yang telah diamankan.[]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button