DISTORI.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa.
Selain melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran, pemerintah memusatkan perhatian pada upaya penyelamatan dan evakuasi seluruh penumpang serta awak kapal.
Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB.
Laporan mengenai insiden tersebut masuk ke Kemenhub pada pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget, Basarnas, serta unsur SAR gabungan.
Kapal Patroli Dikerahkan ke Lokasi Kejadian
Untuk mempercepat operasi penyelamatan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) KN Grantin P.211 ke lokasi kejadian.
Selain itu, KN Masalembo juga disiagakan sebagai dukungan tambahan apabila dibutuhkan dalam proses evakuasi.
Operasi pencarian dan penyelamatan turut diperkuat oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, baik kapal niaga maupun kapal tunda.
Armada yang terlibat di antaranya TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, serta KM Transco Arafura.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mempercepat proses pencarian dan pemindahan korban dari area kebakaran menuju lokasi yang lebih aman.
Posko Terpadu Dibuka di Pelabuhan Tanjung Perak
Setelah memantau langsung proses evakuasi di wilayah Sumenep, Kemenhub juga mengoperasikan Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Posko tersebut menjadi pusat koordinasi penanganan pascakejadian, mulai dari pendataan identitas korban, pelayanan kesehatan awal, hingga penyampaian informasi resmi kepada keluarga penumpang.
Kehadiran posko diharapkan dapat mempermudah keluarga memperoleh perkembangan terbaru terkait kondisi anggota keluarganya.
Kemenhub Apresiasi Kolaborasi Tim Gabungan
Kementerian Perhubungan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden, termasuk pemerintah daerah di Madura, Basarnas, TNI, Polri, serta pemilik dan operator kapal yang bergerak cepat mendukung proses penyelamatan.
Respons cepat berbagai instansi dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat evakuasi korban sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan secara terkoordinasi.
Dukungan armada, personel, hingga fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintah daerah turut membantu memperlancar operasi di lapangan.
Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran sembari melakukan pendataan menyeluruh terhadap penumpang dan awak kapal.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban berhasil ditemukan dan mendapatkan penanganan sesuai prosedur.






