DAERAHNEWSPERISTIWA

Jelang HUT RI ke-81, Hutama Karya Percepat Penanganan Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera

DISTORI.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT Hutama Karya (Persero) mempercepat penyelesaian sejumlah proyek penanganan darurat infrastruktur jalan di Pulau Sumatra.

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas wilayah terdampak bencana sekaligus memastikan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal.

Sejumlah proyek telah menunjukkan perkembangan signifikan. Di antaranya, Proyek Penanggulangan Bencana Alam Malalak di Sumatera Barat telah rampung sepenuhnya, sementara proyek penanganan banjir bandang dan longsor di kawasan Lembah Anai kini memasuki tahap akhir dengan target penyelesaian pada akhir Juli 2026. Di sisi lain, pekerjaan tanggap darurat di Aceh dan Sumatera Utara juga terus dipercepat.

Proyek Malalak Rampung 100 Persen

Di Sumatera Barat, Hutama Karya menyelesaikan Proyek Penanggulangan Bencana Alam Malalak dengan progres fisik mencapai 100 persen.

Seluruh konstruksi sementara telah digantikan dengan infrastruktur permanen, meliputi pembangunan bronjong, shotcrete, soil nailing, box culvert, sistem drainase, hingga realinyemen jalan.

Dengan selesainya pekerjaan tersebut, seluruh titik penanganan kini telah berfungsi secara permanen dan mampu melayani arus lalu lintas secara optimal.

Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat mengembalikan kelancaran akses masyarakat dan distribusi logistik di jalur strategis Padang–Bukittinggi, sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Lembah Anai Hampir Tuntas

Sementara itu, Proyek Penanganan Mendesak Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin atau Lembah Anai juga hampir selesai.

Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 96,71 persen. Saat ini pekerjaan memasuki tahap penyelesaian akhir berupa pengaspalan, pemasangan guardrail, penerangan jalan umum, rambu lalu lintas, serta marka jalan. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 26 Juli 2026.

Sebelumnya, sejumlah pekerjaan utama seperti pembangunan soldier pile, bronjong, perkuatan lereng menggunakan geomate dan shotcrete, serta pengaspalan di sejumlah titik prioritas telah berhasil diselesaikan.

Penanganan Berlanjut di Aceh

Selain di Sumatera Barat, Hutama Karya juga masih mengerjakan sejumlah proyek tanggap darurat di Provinsi Aceh.

Pekerjaan berlangsung pada Ruas PPK 3.3 Aceh, Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, serta Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan dinding penahan tanah, box culvert, buis beton, bored pile, jembatan rangka baja, hingga perlindungan lereng di sejumlah lokasi longsor.

Pada Ruas PPK 3.3 Aceh, progres pekerjaan hingga Juni 2026 mencapai 30,46 persen. Proyek ini mencakup penanganan 26 titik longsor dan dua titik jembatan.

Beberapa lokasi prioritas telah selesai dan dapat digunakan, sementara titik lainnya ditargetkan mulai berfungsi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Sementara itu, proyek pada Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren telah mencapai progres 22,41 persen.

Penanganan dilakukan di 23 titik yang tersebar pada ruas Aceh Tengah–Blangkejeren dan Blangkejeren–Aceh Tenggara.

Pekerjaan meliputi pemasangan buis beton, beton siklop, dinding penahan tanah, serta timbunan pilihan guna memperkuat badan jalan dan lereng yang rawan longsor.

Sejumlah titik prioritas, seperti Palok dan Ramung, ditargetkan dapat difungsikan pada Agustus 2026.

Adapun pada Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, progres pekerjaan hingga pekan kedua Juli 2026 telah mencapai 43 persen.

Penanganan dilakukan di enam titik yang terdiri atas dua jembatan dan empat lokasi longsor, yakni Jembatan Lawe Mengkudu, Bener Berpapah, Lawe Ger-Ger, Jembatan Penanggalan, Ketambe, dan Cafetingir.

Salah satu fokus utama proyek tersebut adalah penyelesaian Jembatan Lawe Mengkudu yang ditargetkan dapat difungsikan pada Agustus 2026 guna memulihkan konektivitas di Kabupaten Aceh Tenggara dan wilayah sekitarnya.

Koridor Tarutung–Sibolga Terus Diperkuat

Di Provinsi Sumatera Utara, Hutama Karya juga mengerjakan proyek penanganan darurat pada koridor Tarutung–Sibolga.

Hingga 10 Juli 2026, progres fisik proyek mencapai 24,26 persen. Pekerjaan difokuskan pada pembangunan bored pile, pembesian dinding penahan tanah, serta pengecoran struktur penahan tanah di sejumlah titik prioritas.

Sebagian pekerjaan utama, termasuk pembangunan bored pile dan dinding penahan tanah, telah selesai sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Komitmen Pulihkan Konektivitas

Pelaksana Tugas (Plt.) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan percepatan penanganan infrastruktur pascabencana merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah memulihkan konektivitas sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur nasional.

“Hutama Karya berkomitmen mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana melalui pembangunan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan. Melalui berbagai proyek penanganan tanggap darurat di Sumatra, kami berharap konektivitas masyarakat dapat segera pulih serta memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang,” ujar Hamdani.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan akses transportasi, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan jaringan transportasi nasional terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Hutama Karya menegaskan akan terus mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Perusahaan juga berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button