DISTORI.ID – Gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang wilayah laut di Kabupaten Kepulauan Talaud, Maluku Utara, pada Selasa (7/7) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.16 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis terbaru menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo 5,5 dengan kedalaman 40 kilometer.
“Analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 40 kilometer,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa sore.
Ia menjelaskan, pusat gempa berada di koordinat 3,21 derajat Lintang Utara dan 127,47 derajat Bujur Timur, atau sekitar 107 kilometer barat laut Pulau Doi. Lokasi episentrum berada di laut.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan dirasakan di Naha dengan intensitas II-III MMI.
Pada skala tersebut, getaran terasa jelas di dalam rumah dan menyerupai truk besar yang sedang melintas.
Sementara itu, di Tobelo gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG juga mencatat hingga pukul 14.30 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).
“Hingga pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Wijayanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal. Berdasarkan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenter, penyebabnya adalah aktivitas subduksi lempeng di Laut Maluku.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault),” pungkasnya. []






