Uncategorized

Korban Gempa Venezuela Tembus 1.430 Jiwa

DISTORI.ID – Jumlah korban meninggal akibat gempa besar yang mengguncang Venezuela dilaporkan terus bertambah dan kini mencapai 1.430 orang.

Di saat yang sama, tim penyelamat menghadapi tantangan berat karena waktu untuk menemukan korban selamat di bawah reruntuhan semakin terbatas.

Memasuki 72 jam atau tiga hari sejak gempa terjadi, puluhan ribu warga masih dinyatakan hilang. Kerusakan besar akibat runtuhnya bangunan di berbagai wilayah memperumit proses pencarian dan evakuasi.

Selain korban jiwa, jutaan penduduk kini menghadapi ancaman krisis kemanusiaan akibat terbatasnya akses terhadap air bersih, sanitasi, dan kebutuhan pokok lainnya.

Bantuan internasional mulai berdatangan, termasuk penerbangan bantuan pertama dari Amerika Serikat yang telah tiba di Caracas.

Situasi darurat ini memperberat kondisi masyarakat Venezuela yang sebelumnya telah menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakstabilan politik sejak pergantian kepemimpinan pada awal 2026.

Di tengah kritik terhadap lambatnya penanganan pemerintah setempat, pemimpin sementara Venezuela yang didukung Amerika Serikat, Delcy Rodriguez, menyampaikan apresiasi kepada berbagai negara yang telah menyalurkan bantuan.

Operasi pencarian korban masih berlangsung dengan melibatkan tim penyelamat profesional serta warga yang secara mandiri berusaha menemukan anggota keluarga mereka di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat dua gempa besar pada Rabu (24/6).

Pakar kebencanaan menilai tiga hari pertama setelah bencana merupakan periode paling penting untuk menemukan korban dalam keadaan hidup.

Setelah melewati fase tersebut, fokus pencarian umumnya mulai bergeser pada proses evakuasi jenazah.

Seorang petugas pemadam kebakaran asal Australia, Craig Demeillon, yang datang dari Miami menuju La Guaira untuk membantu operasi penyelamatan, menggambarkan situasi di lapangan sebagai kondisi yang kacau dan minim koordinasi.

“Keadaan di sini sangat tidak teratur dan cuaca sangat panas. Kami masih berharap ada korban yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Sementara itu, seorang petugas penyelamat dari El Salvador yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan peluang menemukan korban hidup semakin kecil seiring berjalannya waktu.

Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, menyampaikan pada Jumat (26/6) bahwa angka korban kemungkinan masih akan bertambah. Ia juga menyebut lebih dari 50.000 orang hingga kini belum ditemukan.

Di tengah suasana duka, secercah harapan muncul setelah seorang bayi berhasil ditemukan selamat dari reruntuhan di wilayah pesisir La Guaira, utara Caracas.

Bayi tersebut dievakuasi sekitar 32 jam setelah dua gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo mengguncang wilayah tersebut.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria menangis haru sambil menggendong bayi yang berhasil diselamatkan.

Berdasarkan data badan migrasi PBB, sekitar 6,76 juta orang diperkirakan terdampak bencana ini dan membutuhkan bantuan darurat berupa tempat tinggal sementara, air bersih, layanan sanitasi, perawatan kesehatan, perlindungan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez pada Sabtu (27/6) melaporkan total korban mencapai 1.430 orang meninggal dan 3.238 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, PBB memperkirakan nilai kerugian fisik akibat bencana mencapai US$6,7 miliar atau setara sekitar enam persen dari produk domestik bruto (PDB) Venezuela. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button