MUSIK

Musik Jadi Penyelamat Dona Antonia, Lewat Duo Antonia dan Mini Album Suara Hati

DISTORI.ID – Ada perjalanan panjang di balik lahirnya Duo Antonia. Berawal dari cinta sederhana terhadap musik, kisah ini tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam: tentang kehidupan, harapan, dan keberanian untuk memulai kembali.

Sosok di balik proyek ini adalah Dona Antonia, seorang cancer survivor yang memilih untuk mengikuti panggilan hatinya setelah melewati fase paling berat dalam hidup. Pengalaman melawan kanker membuatnya melihat waktu dan mimpi dengan cara berbeda.

Musik pun tak lagi sekadar hobi, melainkan ruang untuk bertahan, bercerita, dan menemukan kehidupan baru.

“Setelah melewati semuanya, saya sadar hidup bisa berubah kapan saja. Musik akhirnya menjadi tempat saya kembali pulang,” tutur Dona.

Dari pengalaman personal itu, Duo Antonia lahir bukan hanya sebagai proyek musik, melainkan sebagai medium intim untuk menuangkan rasa, luka, dan harapan. Dona menulis lagu-lagu yang jujur secara emosional, hangat, dan penuh makna, dengan harapan setiap pendengar merasa ditemani.

Untuk menyampaikan emosi tersebut, ia menggandeng Eriska Millen atau Millen sebagai lead vocal. Karakter suara Millen yang lembut namun kuat menjadi nyawa yang menghidupkan setiap cerita dalam lagu mereka.

Mengusung warna pop soulful yang manis dan hangat, Duo Antonia menghadirkan musik yang dekat dengan keseharian. Lirik sederhana namun emosional berbicara tentang cinta, kehilangan, harapan, hingga proses menerima diri sendiri.

Sebagai langkah awal, mereka merilis mini album berisi enam track bertajuk “Suara Hati” pada 5 Juni 2026. Judul ini dipilih sebagai representasi dari seluruh cerita perempuan tentang perasaan, pengalaman, dan curahan hati orang-orang di sekitar Dona, termasuk kisah hidupnya sendiri.

Album ini menampilkan sejumlah lagu yang kuat secara emosional. “Bukan Denganku”, dengan sentuhan Bebi ‘Romeo’, bercerita tentang perempuan yang memilih keluar dari hubungan toxic. “Saat Kau Pergi”, berdurasi 4.34 menit, hadir dengan aransemen dramatis dan kisah nyata tentang penyesalan setelah kehilangan sosok yang dicintai.

Lagu “Asalkan Ku Bisa” menggambarkan perempuan yang tetap menerima keadaan meski diduakan, sementara “Biarkanlah Aku Pergi” mengangkat kisah perempuan yang ingin lepas dari cinta segitiga namun selalu ditahan pasangannya.

“Bagi saya, ini bukan sekadar karya musik. Suara Hati adalah simbol keberanian perempuan untuk akhirnya mendengarkan suara hatinya sendiri — memilih untuk melangkah, berkarya, dan hidup melalui musik,” ucap Dona Antonia.

Dengan sentuhan musik yang hangat dan penuh emosi, Duo Antonia berharap karya-karya mereka dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah merasa kehilangan, berjuang, atau sedang mencari harapan baru dalam hidup. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button