DISTORI.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya sejak akhir Mei 2026 menghanguskan sekitar 99 hektare lahan di dua kecamatan.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, Haslinda, dalam laporan terkini yang diterima Kamis (9/6/2026) malam menyebutkan, kebakaran terjadi di Gampong Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, dan Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.
“Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±99 hektare. Saat ini kondisi terakhir api sudah padam,” ujar Haslinda.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali terdeteksi pada 29 Mei 2026 sekitar pukul 09.20 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Meski menghanguskan puluhan hektare lahan, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak akibat kejadian tersebut. BPBA juga mencatat tidak ada pengungsi yang harus dievakuasi.
Dalam proses penanganan di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang yang mempercepat penyebaran api serta keterbatasan sumber air untuk pemadaman.
Untuk mengendalikan kebakaran, BPBD Kabupaten Nagan Raya mengerahkan dua unit mesin pompa air serta armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Darul Makmur ke lokasi kejadian.
Upaya pemadaman turut melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Nagan Raya, Kodim Nagan Raya, Polres Nagan Raya, Manggala Agni, dan masyarakat setempat.
Haslinda menambahkan, BPBA terus melakukan pemantauan dan koordinasi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) guna memastikan situasi tetap terkendali serta mengantisipasi potensi kebakaran susulan di wilayah Aceh.
Sementara itu, petugas Pusdalops PB BPBA tetap melaksanakan monitoring terhadap kondisi kebencanaan di 23 kabupaten/kota di Aceh sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. []






