DISTORI.ID – Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih memanas mulai berdampak terhadap sektor penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umrah menuju Arab Saudi.
Lonjakan harga tiket untuk musim umrah 1448 Hijriah kini menjadi perhatian serius para pelaku travel dan penyedia layanan penerbangan.
Menurut Andri direktur Wasilah Group yang menekuni bisnis bidang penyedia tiket pesawat charter umroh mengatakan, kondisi saat ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan travel, calon jamaah maupun bagi penerbangan itu sendiri.
“Banyak travel yang saat ini mengeluhkan lonjakan harga tiket karena kenaikannya cukup tinggi dan terjadi dalam waktu yang relatif cepat,” ujar Andri, pengusaha Muda yang juga membidangi komite Ekonomi DPP Diaspora Global Aceh (DGA) Jumat (8/5/2026).
Kondisi ini kata dia, menempatkan posisi travel dalam posisi dilematis dalam menentukan paket umroh, berpotensi mengurangi keberangkatan calon jamaah dan berdampak juga anjloknya penjualan tiket maskapai charter.
“Tidak hanya itu, bila ini berlangsung tanpa kepastian akan menganggu ekosistem usaha umroh secara nasional ditengah perekonomian yang sulit,”ucapnya.
Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat, meningkatnya harga bahan bakar pesawat (avtur), hingga naiknya harga suku cadang pesawat menjadi faktor utama melonjaknya harga tiket dalam beberapa waktu terakhir.
Lonjakan harga ini terjadi pada penerbangan domestik, internasional semua maskapai di dunia.
“Situasi Timur Tengah saat ini sangat berpengaruh terhadap industri penerbangan. Kenaikan avtur, pelemahan rupiah terhadap dolar, dan meningkatnya biaya operasional maskapai membuat harga tiket umrah musim 1448 H ikut mengalami penyesuaian,” tutur Andri.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat banyak travel harus melakukan evaluasi ulang terhadap jadwal keberangkatan maupun alokasi seat yang sebelumnya telah dibooking.
Sejumlah travel, kata Andri, bahkan mulai mempertimbangkan opsi penjadwalan ulang keberangkatan hingga pembatalan booking sambil menunggu kondisi harga kembali stabil sehingga akan berdampak juga pasa anjloknya penjualan tiket dan penumpang pesawat.
“Banyak pihak berharap harga bisa kembali terkoreksi apabila situasi global mulai membaik dan negosiasi harga dengan maskapai mendapatkan hasil positif,” katanya.
Meski kondisi pasar penerbangan sedang tidak stabil, Andri mengatakan pihak penyedia tiket charter penerbangan umroh saat ini masih terus mengupayakan negosiasi harga dengan maskapai agar kenaikan tiket tidak semakin membebani travel maupun calon jamaah.
“Jika nantinya ada penurunan harga setelah proses negosiasi selesai, tentu akan segera kami informasikan kembali kepada seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh pelaku travel dan jamaah dapat saling mendukung serta mendoakan agar kondisi penerbangan internasional segera membaik sehingga perjalanan ibadah umrah dapat kembali berjalan dengan harga yang lebih terjangkau serta menjaga keberlangsungan ekosistem perjalanan umroh nasional ditengah perekonomian yang sulit. []




