DISTORI.ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Jaya menggelar pembukaan Konferensi Daerah XXIII PGRI masa bakti 2025–2030 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya pada Rabu, (6/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran organisasi guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Pembukaan konferensi tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pengurus PGRI, perwakilan pemerintah daerah, hingga para guru dari seluruh wilayah Aceh Jaya.
Kegiatan ini menjadi forum penting untuk melakukan evaluasi program kerja organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan PGRI ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Jaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran PGRI yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Aceh Jaya.
Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
Bupati juga menyoroti tema konferensi “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” sebagai tantangan besar bagi para pendidik. Menurutnya, terwujudnya Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas pendidikan dan kesiapan sumber daya manusia yang unggul, di mana guru memegang peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan.
Lebih lanjut, ia mengajak para guru untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai faktor utama kemajuan daerah.
Melalui konferensi ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan program strategis yang mampu memperkuat organisasi PGRI agar semakin profesional, adaptif, serta berkontribusi nyata dalam percepatan transformasi pendidikan di Kabupaten Aceh Jaya. []






