DISTORI.ID – Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan imbas kecelakaan yang melibatkan satu unit kendaraan mereka dengan KRL yang melintas Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Dalam keterangannya, Green SM Indonesia menyatakan perusahaan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang berkenaan dengan insiden kecelakaan tersebut.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” demikian keterangan Green SM Indonesia di akun Instagram dikutip pada Selasa, (28/4/2026).
Green SM Indonesia menyatakan dukungan penuh dalam proses investigasi dalam kecelakaan itu. Informasi yang relevan sudah disampaikan ke pihak berwenang.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” lanjut pernyataan Green SM Indonesia.
Green SM Indonesia mengatakan keselamatan jadi prioritas utama.
Perusahaan juga berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
“Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” tambah pernyataan Green SM Indonesia.
Insiden kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dengan Kereta Api Argo Bromo terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.
Imbas insiden itu, 7 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka.
Dugaan sementara, sebelum tabrakan kereta, KRL berhenti di dekat area Stasiun Bekasi Timur setelah satu taksi Green SM menemper area perlintasan kereta.
Dari data sementara, 7 korban tewas dan lebih dari 81 lainnya luka-luka. []






