DISTORI.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat kembali melanjutkan peningkatan terhadap ruas jalan antara Desa Blang Mee dengan Desa Seuradeuk di Kecamatan Woyla Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi mengatakan, pada tahun ini Pemkab Aceh Barat kembali melakukan peningkatan jalan Blang Mee Seuradeuk di Kecamatan Woyla Timur sepanjang 200 meter.
“Tahun 2026 ini kita lanjutkan peningkatan jalan berupa pengaspalan di jalan Blang Mee – Seuradeuk sepanjang 200 meter, pekerjaan dilakukan oleh CV NA Jaya Bersama dengan Pagu anggaran sebesar Rp 470.586.000 yang berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA),” kata Beni, Rabu (15/4/2926).
Dikatakan Beni, pekerjaan peningkatan jalan penghubung antar desa dan antar kecamatan di Woyla Timur tersebut sudah mulai dilaksanakan sejak awal April lalu dan ditargetkan rampung pada Juni mendatang.
“Pada tahun 2023 lalu ruas jalan Blang Mee-seuradeuk telah diaspal sepanjang 400 meter, tahun 2024 juga dilakukan pengaspalan sepanjang 300 meter, tahun 2025 kemarin yang telah di aspal sepanjang 350 meter dan tahun 2026 ini kembali dilanjutkan pengaspalan sepanjang 200 meter sesuai ketersediaan anggaran daerah,” katanya.
Beni menjelaskan, total panjang ruas Jalan Blang Mee – Seuradeuk tersebut adalah delapan kilometer sehingga untuk peningkatan harus dilakukan secara bertahap setiap tahunnya mengingat anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah (Pemda) yang terbatas.
“Saat ini pekerjaan di lapangan difokuskan pada ruas jalan Blang Mee–Seuradeuk tepatnya di titik Gunung Manggi, yang kini sedang dalam tahap penghamparan Lapis Pondasi Atas (LPA/LPP),” ujar Beni.
Titik jalan yang sedang dikerjakan saat ini kata Beni merupakan titik yang selama ini sering dikeluhkan oleh masyarakat Desa Gunong Drien, jalan itu sebelum nya sangat sulit untuk dilalui karena masih jalan bebatuan dan belum tersentuh aspal.
“Peningkatan infrastruktur di wilayah ini merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat untuk memudahkan konektivitas warga di wilayah pedalaman khususnya petani dan pekebun mengangkut hasil panen ke pusat kecamatan,” ujarnya.
Selain itu sebagai penghubung antar desa kata Beni, tuas jalan yang dilakukan peningkatan tersebut juga merupakan akses vital sektor pendidikan dan mobilitas warga menuju pusat layanan kesehatan.
“Harapan pemerintah daerah dengan dilanjutkannya kembali pengaspalan ini, aktivitas harian masyarakat dapat lebih lancar, biaya logistik hasil bumi menurun, dan kesejahteraan warga di sepanjang ruas Blang Mee –Seuradeuk meningkat secara signifikan dan isolasi geografis di beberapa titik pedalaman Woyla Timur dapat segera teratasi,” tutupnya. []






