MENJELANG berbuka puasa, halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mulai dipenuhi masyarakat. Langit senja memantulkan cahaya keemasan pada tujuh kubah hitam klasik dan payung elektrik itu tampak berdiri megah dan indah, menciptakan suasana teduh dan menenangkan saat berada di Masjid yang berlokasi dipusat Kota Banda Aceh, Aceh, Selasa, 24 Februari 2026 sore.
Di pelataran masjid, masyarakat — umat Islam dari berbagai kalangan—anak-anak, remaja, orang tua, hingga para musafir—duduk bersila dengan membawa hidangan berbuka masing-masing.

Tradisi berbuka puasa mandiri ini menjadi pemandangan khas setiap bulan Ramadan di halaman Masjid Raya Baiturrahman.
Suasana hening perlahan berubah khidmat ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari pengeras suara masjid.
Setelah itu, sebagian jamaah melaksanakan salat Magrib berjamaah di dalam masjid.

Pemandangan ini tidak hanya mencerminkan kekhusyukan ibadah, tetapi juga memperlihatkan nilai kebersamaan masyarakat Aceh.
Berbuka puasa mandiri di Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar aktivitas makan bersama, melainkan tradisi yang mempererat ukhuwah Islamiyah serta menghidupkan syiar Ramadan di Serambi Mekkah.

Pihak pengelola Masjid Raya Baiturrahman mengimbau seluruh masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Para pengunjung diminta tidak meninggalkan sisa makanan, botol minuman, maupun kemasan takjil di pelataran. Dengan kesadaran membuang sampah pada tempatnya, kenyamanan dan keindahan masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini dapat terus terjaga. []
Foto dan Teks: DISTORI/Fachrul Reza
Editor: Fahzian Aldevan




