DISTORI.ID – Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) kembali mengukuhkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui implementasi layanan psikososial tahap kedua bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Lhoksandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Minggu, (28/12/2025).
Desa Lhoksandeng, sebuah wilayah yang secara geografis dijamin dengan aksesibilitas layanan sosial dan kesehatan yang sangat terbatas.
Langkah strategis ini merupakan perwujudan nyata dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi dalam menjangkau kelompok masyarakat yang rentan dan minimal fasilitas pendukung.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi Unmuha, Hanna Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang dimulai pukul 14.00 WIB ini tidak hanya sekedar kunjungan formal, melainkan sebuah bentuk intervensi psikologis berbasis komunitas.
Meskipun kegiatannya berlokasi di wilayah terpencil, proses pendampingan berlangsung interaktif dan inklusif, melibatkan anak-anak serta para penyuntas dewasa yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan layanan.
Dalam keterangannya, Hanna Amalia menegaskan bahwa kehadiran institusi pendidikan di daerah yang dilindungi merupakan suatu keharusan moral.
”Secara sosiologis dan psikologis, masyarakat di wilayah terlindungi sering kali mengalami marjinalisasi dalam distribusi layanan, terutama terkait kesehatan mental.Kehadiran kami bertujuan untuk memberikan validasi bahwa mereka tidak berjuang sendirian dan tetap menjadi bagian integral dari perhatian kami,” ungkapnya.
Metodologi yang diterapkan dalam layanan psikososial ini dirancang secara adaptif dengan mempertimbangkan karakteristik dan kondisi psiko-edukatif masyarakat setempat.
Pendekatan ini menciptakan sebuah “ruang aman” yang memungkinkan warga untuk mengekspresikan dinamika emosional mereka pascabencana, sekaligus memperkuat resiliensi atau ketahanan psikologis individu maupun kelompok.
Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah permainan simbolik “Pohon Harapan”.
Melalui media ini, para peserta, khususnya anak-anak, diajak untuk memproyeksikan aspirasi dan impian mereka ke depan, Kata Hanna.
Lebih lanjut Hanna Mengungkapkan, Aktivitas seperti ini secara psikologis berfungsi sebagai katalisator optimisme dan simbol pemulihan mental dari trauma masa lalu, ungkapnya.
Apresiasi mendalam datang dari para warga. Salah satu orang tua penyuntas mengungkapkan bahwa kehadiran tim Unmuha memberikan dampak psikologis positif yang signifikan bagi anak-anak di desa tersebut.
Keterbatasan akses geografis selama ini membuat bantuan serupa jarang menyentuh wilayah mereka, sehingga kehadiran tim psikologi dianggap sebagai bentuk perhatian yang sangat berharga.
Melalui mendaftar program ini, Fakultas Psikologi Unmuha berharap dapat memberikan kontribusi jangka panjang dalam proses pemulihan sosial dan emosional masyarakat Desa Lhoksandeng.
Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi model bagi institusi lain dalam menyalurkan bantuan kesehatan mental yang merata hingga pelosok daerah yang paling sulit dijangkau, Harap Hanna. []






