DISTORI.ID – Yayasan Pendidikan Adiluhung (YPAN) menggelar pelatihan Penguatan Pembelajaran STEM Berbasis Matematika dan Numerasi bagi guru jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Sidrap memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas guru sebagai salah satu faktor penting dalam mendorong mutu pendidikan. Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Sidrap menggandeng YPAN yang merupakan mitra Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dalam program peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk sektor pendidikan.
Melalui kolaborasi ini, YPAN berupaya memperkuat kapasitas guru agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pembelajaran yang terus berkembang. Sebelumnya, YPAN juga telah menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi tenaga pendidik di sejumlah daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap, Sirajuddin A., mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik di daerahnya.
“Dengan menggandeng YPAN yang merupakan mitra nasional, pelatihan ini diharapkan dapat menunjang kualitas SDM guru-guru SD dan SMP di Kabupaten Sidenreng Rappang,” kata Sirajuddin saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan di Aula Universitas Ichsan (UNISAN), Senin, 19 Oktober 2026.
Pelatihan tersebut diikuti 300 guru SD dan SMP yang dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 22–24 Oktober 2026.
Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang terintegrasi dengan kemampuan matematika dan numerasi.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, memecahkan masalah, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan YPAN, Fais Bayu Wicaksono, menjelaskan bahwa pendekatan STEM mendorong peserta didik menghubungkan berbagai bidang ilmu untuk memahami fenomena dan menyelesaikan persoalan nyata.
“Pendekatan STEM mendorong peserta didik untuk menghubungkan berbagai bidang ilmu dalam memahami fenomena dan menyelesaikan persoalan nyata,” ujar Fais.
Ia menambahkan, kemampuan matematika dan numerasi menjadi fondasi penting bagi peserta didik dalam memahami informasi, mengolah data, menggunakan penalaran, hingga mengambil keputusan secara tepat.
“Kemampuan matematika dan numerasi menjadi dasar penting bagi peserta didik untuk memahami informasi, mengolah data, menggunakan penalaran, serta mengambil keputusan secara tepat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan dirancang melalui penyampaian materi, diskusi, praktik, dan refleksi pembelajaran.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga membantu guru menyusun rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah.
Fais mengatakan, peserta diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang menyeluruh, mulai dari memahami konsep, merancang pembelajaran, mempraktikkan gagasan, hingga mengevaluasi hasilnya.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kami berharap peserta memperoleh pengalaman belajar yang utuh, mulai dari memahami konsep, merancang pembelajaran, mempraktikkan gagasan, hingga mengevaluasi hasilnya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menghasilkan bekal yang konkret bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” jelasnya.
Menurut Fais, keberhasilan pelatihan tidak semata-mata diukur dari tuntasnya seluruh materi yang diberikan. Hal yang lebih penting adalah tumbuhnya pemahaman dan keterampilan guru yang dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas.
“Rancangan pembelajaran yang dihasilkan, praktik yang dilakukan, serta refleksi selama kegiatan diharapkan menjadi pijakan awal bagi perbaikan proses pembelajaran matematika dan numerasi di Kabupaten Sidenreng Rappang,” tuturnya.
Sinergi antara YPAN, APKASI, Pemerintah Kabupaten Sidrap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, satuan pendidikan, serta para guru menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program ini.
Melalui kolaborasi tersebut, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, dikembangkan menjadi praktik pembelajaran yang baik, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan serta kemampuan peserta didik di Kabupaten Sidenreng Rappang. []






