DISTORI.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara telah menyalurkan sebanyak 2.360.000 liter air bersih bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Layanan yang dimulai sejak Desember 2025 hingga akhir Maret 2026 ini menyasar 596.652 jiwa penerima manfaat.
Koordinator Layanan Operasi, Achmad Yani, menyatakan bahwa operasional ini merupakan respons atas rusaknya fasilitas air bersih warga, tersumbatnya sumur bor komunal, serta putusnya pipanisasi milik PDAM di berbagai titik.
“Kami mengerahkan 16 relawan untuk memproduksi sekitar 55.000 liter air bersih per hari. Target operasi ini adalah enam bulan pasca-bencana,” ujar Achmad Yani yang juga merupakan staf Penanggulangan Bencana PMI Aceh Utara.
Penyaluran air mencakup sembilan kecamatan, yakni Langkahan, Sawang, Muara Batu, Dewantara, Baktiya, Baktiya Barat, Seunedon, Jambo Aye, dan Lapang.
Namun, PMI memberikan fokus khusus pada wilayah dengan tingkat kerusakan terparah seperti Langkahan, Sawang, Seunedon, Muara Batu, dan Lapang.
Di Kecamatan Langkahan, PMI mendirikan kamp Water and Sanitation Hygiene (WASH) sebagai pusat produksi. Bahan baku air diambil dari Sungai Arakundo, kemudian diolah melalui kolam pengendapan dan sistem filterisasi.
Air bersih itu kemudian ditampung ke dalam water bladder sebelum didistribusikan menggunakan mobil tangki.
Selain pemukiman penduduk, distribusi air bersih ini diprioritaskan untuk fasilitas ibadah dan institusi pendidikan berbasis asrama atau pesantren guna memastikan aktivitas sosial dan keagamaan tetap berjalan selama masa pemulihan. []






