HEADLINEHUKUMINTERNASIONALNEWS

Nicolas Maduro Murka di Pengadilan Amerika Serikat

DISTORI.ID – Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjalani sidang di pengadilan federal, Manhattan, New York, Amerika Serikat.

Maduro hadir di sidang perdana sejak ia dan istrinya, Cilia Flores ditangkap militer AS di Caracas, pada Sabtu, (4/1).

Maduro memberikan pernyataan dengan Bahasa Spanyol sehingga diterjemahkan dengan penerjemah di ruang pengadilan.

Politikus 63 tahun itu geram dan memprotes AS atas penangkapannya.

Dia tak terima dengan tuduhan perdagangan narkoba yang jadi dalih AS rezim Donald Trump untuk menggulingkan pemerintahannya.

Maduro juga menegaskan sebagai orang baik dan tak bersalah. Dia mengklaim masih sebagai Presiden Venezuela sah secara konstotusional.

“Saya ditangkap. Saya bukan orang yang bersalah. Saya orang yang baik, presiden konstitusional negara saya,” kata Maduro di ruang pengadilan federal dikutip dari AP News, pada Selasa, (6/1/2026).

Maduro, dibawa ke pengadilan Manhattan dengan pengamanan super ketat pada Senin pagi.

Dia diterbangkan dengan helikopter ke Manhattan dari Brooklyn, tempat ia dipenjara.

Kemudian, dia dan sang istri diantar ke gedung pengadilan dengan kendaraan lapis baja.

Ia dan Flores dibawa ke pengadilan tepat sebelum tengah hari.

Keduanya mengenakan borgol kaki dan pakaian penjara. Pasangan suami istri itu memakai headset untuk mendengarkan jalannya persidangan berbahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol.

Manuver Pemerintahan Donald Trump yang menculik Maduro lalu menggulingkan rezim di Venezuela menuai kecaman dari banyak negara.

Tindakan AS itu dikecam karena dianggap melanggar hukum internasional dan merusak kedaulatan Venezuela.

Langkah AS yang menggulingkan pemerintahan kepala negara asing itu kembali dilakukan setelah beberapa dekade terakhir.

Penggulingan Maduro ini beri sinyal kuat AS yang ingin mengendalikan pemerintahan negara yang berada di kawasan Amerika Selatan itu.

Untuk saat ini, pemerintahan Venezuela sementara dipimpin Delcy Rodriguez.

Politikus perempuan itu hanya tinggal tunggu waktu bakal dilantik Mahkamah Agung Venezuela sebagai pengganti Maduro. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button