BISNIS

Kinerja Q3 BTPN Syariah Sesuai Prediksi, Laba Bersih Capai Rp771 Miliar

DISTORI.ID – Di tengah kondisi menantang bagi segmen ultra mikro, kinerja PT Bank BTPN Syariah pada kuartal III 2024 tercatat sesuai prediksi. Berbagai inisiatif terus dilakukan Bank BTPN Syariah untuk menjaga kualitas pembiayaan, salah satunya melalui pelayanan maksimal kepada nasabah, dari memperkuat perilaku unggul hingga pemberangkatan umrah. Langkah ini mendapat apresiasi dari nasabah.

Bank BTPN Syariah mengedepankan perilaku unggul BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu) yang diterapkan sejak nasabah pertama kali bergabung. Nilai ini diharapkan membangun solidaritas dan daya tahan dalam mengelola pembiayaan serta membesarkan usaha.

Untuk mendukung penerapan nilai ini, pertemuan rutin setiap dua minggu, atau Pertemuan Rutin Sentra (PRS), menjadi ajang di mana nasabah mendapatkan pelayanan tuntas, baik akses modal usaha maupun pengetahuan untuk mengembangkan bisnis. Bank juga memberikan apresiasi seperti cashback dan doorprize bagi nasabah inspiratif serta kelompok yang kompak.

Pada program PRS, Bank memberikan penghargaan kepada kelompok Sentra yang memiliki kekompakan tinggi, seperti Sentra Putri Kartini di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Sebanyak 16 anggota Sentra ini berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah dalam program “Umrah Satu Pesawat BTPN Syariah” yang telah terlaksana pada Oktober 2024.

BTPN Syariah juga membantu nasabah untuk memasarkan produk melalui program “Semarak Daya” serta pemberdayaan oleh mahasiswa melalui program “Bestee” (Berdaya Bersama Sahabat Tepat Indonesia).

“Dalam situasi yang menantang ini, kami tetap berupaya menjaga stabilitas dengan berbagai program yang memperkuat disiplin nasabah, kekompakan Sentra, dan pengembangan usaha. Alhamdulillah, upaya kami berhasil menjaga kinerja sesuai prediksi dengan laba bersih mencapai Rp771 miliar,” ungkap Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah, Jumat (25/10/2024).

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama nasabah, yang tetap setia mendukung kami di masa-masa ini. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi nasabah ultra mikro dengan layanan tuntas,” imbuhnya.

Pada kuartal III 2024, BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp771 miliar dengan total penyaluran pembiayaan Rp10,33 triliun. Rasio keuangan juga tetap kuat dengan Return on Asset (RoA) sebesar 6,1 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 51,7 persen, menunjukkan ketahanan finansial yang kokoh dan kesiapan untuk konsisten dalam pembagian dividen di tahun mendatang.

Tentang BTPN Syariah

BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal (unbankable). Perempuan menjadi target utama pemberdayaan karena Bank percaya, bila perempuan berdaya maka keluarga pasti berdaya.

Adapun dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah tetap menjalankan fungsinya sebagai bank dengan menghimpun dana dari keluarga sejahtera dan kemudian disalurkan sepenuhnya untuk segmen ultra mikro. Dengan demikian, Bank membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk bersama-sama memberdayakan umat.

Program pemberdayaan ini dilakukan oleh petugas lapangan atau Community Officer (CO). Mereka adalah #bankirpemberdaya, perempuan muda lulusan SMA yang terlatih dan memiliki motivasi tinggi dalam mendampingi keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Peran #bankirpemberdaya dalam mendampingi masyarakat inklusi di berbagai daerah Indonesia dapat dilihat langsung di Instagram @bankirpemberdaya.btpns.

Dengan fokus bisnis tersebut, BTPN Syariah ikut memberdayakan masyarakat inklusi Indonesia. Hal ini terbukti dari hasil survei Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) terhadap sebagian nasabah BTPN Syariah secara sampling dan pemantauan internal BTPN Syariah terhadap setiap nasabah. Hasil survei dan pemantauan tersebut menunjukkan bahwa nasabah yang mengalami kemiskinan ekstrem terus menurun dan jumlah keluarga dengan anak bersekolah meningkat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button