MATAHARI perlahan naik di ufuk timur. Cahaya keemasan mulai menyentuh permukaan laut di sekitar Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh.
Angin segar pagi sedikit berembus dari arah laut, suara mesin perahu motor mulai terdengar dari kawasan pantai pesisir Iboih.
Di antara perahu-perahu yang bersandar, tampak sejumlah wisatawan bersiap memulai perjalanan.
Tujuan mereka bukan sekadar menikmati pemandangan laut atau menyusuri garis pantai. Pagi itu, mereka memiliki harapan yang sama, menyaksikan kawanan lumba-lumba berenang bebas di habitat aslinya.
Atraksi tersebut lebih dikenal dengan nama dolphin trip, salah satu daya tarik wisata bahari yang semakin identik di kawasan Iboih, Pulau Weh, Kota Sabang saat ini.
Seluruh pantai yang ada di Sabang terbuka untuk umum.
Perjalanan ini menawarkan pengalaman berbeda dari wisata pantai pada umumnya. Wisatawan tidak hanya duduk menikmati panorama, tetapi juga diajak menyusuri perairan terbuka untuk mencari keberadaan mamalia laut yang dikenal cerdas dan memiliki gerakan lincah itu.
Tidak ada panggung, tidak ada kolam pertunjukan, terlebih tidak ada jaminan bahwa kawanan lumba-lumba akan muncul tepat ketika wisatawan menginginkannya. Semuanya bergantung pada keberuntungan. Justru di situlah daya tariknya.

Di tengah hamparan laut yang luas, wisatawan belajar menunggu, memperhatikan gerakan air, dan wisatan menikmati setiap perubahan pemandangan. Ketika sirip-sirip kecil mulai terlihat di permukaan, perjalanan yang semula dipenuhi rasa penasaran dapat berubah menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Bagi sebagian orang, perjumpaan dengan lumba-lumba mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, kenangan tentang mamalia laut yang berenang berdampingan dengan perahu, sesekali melompat di atas permukaan air, bisa bertahan jauh lebih lama.
Sabang pun memiliki satu lagi alasan untuk dikunjungi, bukan hanya karena pantai dan terumbu karangnya, melainkan juga kesempatan menyaksikan kehidupan laut secara langsung.
Iboih, Titik Awal Petualangan Bahari

Kawasan Iboih telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Sabang. Desa yang berada di Pulau Weh ini menawarkan perpaduan pantai, air laut jernih, kawasan terumbu karang, penginapan di pesisir, serta berbagai aktivitas wisata Bahari lainnya.
Dari kawasan inilah wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah titik wisata laut, termasuk mengikuti Dolphin Trip dan menikmati keindahan bawah laut di sekitar Pulau Rubiah.
Desa Wisata Iboih yang tercatat dalam sistem Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata memiliki beragam atraksi, mulai dari snorkeling, diving, hingga perjalanan melihat lumba-lumba di laut lepas dan dolphin trip menjadi bagian dari potensi wisata alam yang dikembangkan masyarakat setempat.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Sabang, Iboih menawarkan suasana yang berbeda sejak pagi hari. Kawasan pesisir perlahan menjadi lebih ramai ketika wisatawan mulai bersiap mengikuti kegiatan laut.
Ada yang datang bersama keluarga. Ada pula rombongan sahabat yang ingin mengisi liburan dengan pengalaman baru. Sebagian lainnya datang bersama kelompok perjalanan yang ingin mengenal lebih dekat keindahan alam Pulau Weh.
Peran Pemandu Lokal dalam Menghidupkan Dolphin Trip

Di balik pengalaman wisata yang dinikmati pengunjung, terdapat peran para pemandu dan motoris lokal yang setiap hari berinteraksi dengan perairan Sabang.
Mereka tidak hanya bertugas mengemudikan perahu atau mengantar wisatawan ke lokasi pengamatan. Pengetahuan mengenai kondisi laut, perubahan cuaca, arah perjalanan, serta karakter kawasan perairan menjadi bagian penting dalam pelayanan wisata bahari.
Pengalaman para pemandu lokal merupakan bagian penting dari cerita mengenai perkembangan dolphin trip. Mereka berada di garis depan dalam memperkenalkan kekayaan laut kepada wisatawan, sekaligus menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan tantangan menjaga kualitas layanan dan kelestarian lingkungan.
Salah satu pelaku wisata di Sabang, Supriadi, mengatakan layanan dolphin trip tersedia setiap hari dengan tarif yang disesuaikan dengan kapasitas perahu dan jumlah penumpang. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp700 ribu hingga Rp 2 juta untuk sekali perjalanan.
“Untuk 20 orang biasanya 2 juta, sedangkan kalau perahu berkapasitas 10 orang, tarifnya 1 juta, ada juga perahu yang lebih kecil dengan harga sekitar 700 ribu, kita bisa sesuaikan dengan jumlah tamu yang datang,” kata Adi Sabtu, 10 Oktober 2026.

Menurut Adi, waktu pagi hingga siang menjadi salah satu periode wisatawan dapat mencoba peruntungan untuk melihat lumba-lumba. Meski demikian, kemunculan mamalia laut tersebut tetap bergantung pada kondisi perairan.
“Biasanya setiap saat ada, dari pagi sampai siang. Kemungkinan wisatawan tidak melihat lumba-lumba sangat kecil. Kalau kami sudah melihat satu ekor saja, biasanya ada lumba-lumba lainnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jumlah wisatawan yang menggunakan jasa dolphin trip biasanya meningkat pada akhir pekan. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas wisata bahari ini diminati pengunjung yang datang ke Sabang.
Salah satu wisatawan yang mengikuti dolphin trip di Sabang, Azhari, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya melihat lumba-lumba secara langsung di habitat alaminya. Baginya, perjalanan menyusuri perairan Pulau Weh tersebut menjadi pengalaman wisata yang berbeda dan berkesan.
“Ini pertama kali saya datang ke Sabang dan melihat lumba-lumba secara langsung di laut. Rasanya senang sekali, karena selama ini hanya melihatnya melalui media sosial, ini bisa menyaksikan langsung di alam bebas menjadi pengalaman yang luar biasa,” kata Azhari.

Menurutnya, dolphin trip menjadi salah satu aktivitas yang layak dicoba wisatawan saat berkunjung ke Sabang. Selain memberikan kesempatan melihat mamalia laut tersebut, perjalanan menggunakan perahu juga menawarkan pemandangan laut yang indah.
Biasanya setiap saat ada, dari pagi sampai siang. Kemungkinan wisatawan tidak melihat lumba-lumba sangat kecil. Kalau kami sudah melihat satu ekor saja, biasanya ada lumba-lumba lainnya.
Azhari berharap wisata dolphin trip di Sabang terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan laut. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan tidak mengganggu lumba-lumba agar satwa tersebut tetap dapat hidup bebas di habitatnya.
“Semoga wisata seperti ini semakin dikenal banyak orang. Lautnya harus tetap dijaga supaya lumba-lumba tetap ada dan wisatawan lain juga bisa merasakan pengalaman yang sama,” ujarnya.
Dukung Dolphin Trip, Pemko Sabang Perkuat Pariwisata Bahari
Pemerintah Kota Sabang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan wisata bahari, termasuk dolphin trip Sabang, yang menawarkan pengalaman menyusuri laut lepas untuk menyaksikan pesona lumba-lumba di ujung barat Indonesia.

Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen Pemko Sabang saat ini untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan akses terhadap pantai tetap terbuka bagi semua kalangan.
Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menegaskan seluruh pantai di Kota Sabang tetap terbuka untuk umum. Menurutnya, pantai merupakan ruang publik yang harus dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan tanpa mengabaikan ketertiban, kebersihan, dan keberlanjutan lingkungan.
“Seluruh pantai yang ada di Sabang terbuka untuk umum,” tegasnya.
Ia menambahkan, dialog antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan publik dan keberlangsungan dunia usaha, khususnya sektor pariwisata yang memiliki peran besar dalam perekonomian Sabang.
“Sabang adalah kota wisata yang hidup dari keindahan alam dan lingkungan masyarakatnya. Pemerintah akan terus memastikan akses masyarakat terhadap pantai tetap terjaga, sekaligus mendukung dunia usaha untuk berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Pengembangan dolphin trip Sabang menjadi salah satu peluang untuk memperkaya pilihan wisata bahari bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Weh. Aktivitas ini menawarkan pengalaman berlayar ke perairan lepas dengan harapan dapat melihat lumba-lumba yang hidup di habitat alaminya.
Keberadaan wisata tersebut berpotensi menambah daya tarik Sabang, yang selama ini dikenal dengan panorama laut, pantai, terumbu karang, dan keindahan bawah lautnya.
Selain menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, aktivitas ini juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, mulai dari penyedia jasa perahu, pemandu wisata, pelaku usaha kuliner, hingga sektor jasa pendukung lainnya.

Karena itu, dukungan pemerintah terhadap pengembangan wisata bahari perlu diikuti dengan pengelolaan yang terarah, pelayanan yang baik, serta perhatian terhadap kelestarian ekosistem laut.
Dengan pengembangan yang berkelanjutan, dolphin trip diharapkan tidak hanya menjadi pilihan rekreasi bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sabang.
“Mari sama-sama menjaga Sabang agar tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang terbuka dan ramah bagi siapa pun,” ujarnya.
Ia menilai, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sabang yang semakin maju, nyaman, dan mampu memberikan pengalaman positif bagi para pengunjung.
Dalam konteks pengembangan dolphin trip, keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, masyarakat pesisir, dan wisatawan menjadi penting untuk memastikan kegiatan wisata berlangsung dengan tertib serta tidak mengabaikan kepentingan masyarakat dan kelestarian alam.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh, Sabang memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Namun, daya tarik sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, melainkan juga oleh kebersihan lingkungan, kenyamanan fasilitas, kualitas pelayanan, dan keramahan masyarakat.
Zulkifli mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga citra Sabang sebagai kota wisata yang ramah bagi para tamu.
“Apalagi Sabang merupakan daerah wisata, kita harus sama-sama saling menjaga, terutama kebersihan dan keramahtamahan masyarakat, agar dapat memberikan kenyamanan bagi semua tamu yang berdatangan ke Sabang,” katanya.
“Wisata ini harus dikembangkan dengan baik, supaya bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Dukungan Pemko Sabang terhadap pengembangan dolphin trip diharapkan menjadi dorongan bagi pelaku wisata untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkenalkan potensi bahari daerah kepada wisatawan dari berbagai wilayah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dolphin trip Sabang diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata bahari yang memperkuat identitas Sabang sebagai destinasi unggulan di ujung barat Indonesia. []






