DISTORI.ID – Puluhan warga yang mayoritas emak-emak mendatangi Mapolsek Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk memprotes penggerebekan rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku tawuran di Jalan Jalahong Daeng Mattutu, Kamis (22/10) malam.
Aksi protes tersebut terjadi setelah polisi berupaya mencari sejumlah orang yang diduga menjadi pelaku penyerangan dalam tawuran antarkelompok pemuda di depan bekas Asrama TNI, Jalan Jalahong Daeng Mattutu, Kelurahan Bara-baraya, Kecamatan Makassar.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar Ahmad, mengatakan tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 22.55 WITA.
Bentrokan melibatkan kelompok pemuda dari Lorong 12, Jalan Kerung-Kerung (Antobar), dengan kelompok remaja di sekitar bekas Asrama TNI Bara-baraya.
“Awalnya, lima orang remaja menggunakan masker menembakkan petasan ke arah pintu masuk asrama dan warung milik warga,” kata Jaffar dalam keterangannya.
Menurut keterangan saksi, kelompok pemuda dari Antobar kemudian diduga melakukan penyerangan menggunakan petasan, busur, batu, dan senjata tajam jenis parang. Kelompok remaja yang berada di depan bekas asrama kemudian melakukan perlawanan.
Personel gabungan Polsek Makassar tiba di lokasi sekitar pukul 23.10 WITA untuk membubarkan kedua kelompok.
Petugas dari Polrestabes Makassar dan tim patroli gabungan Polda Sulsel juga dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Sekitar pukul 23.25 WITA, situasi di lokasi dilaporkan kondusif.
Namun, polisi kemudian berupaya mencari tiga orang yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Petugas mendatangi sebuah rumah di Jalan Kerung-Kerung Lorong 12 yang dicurigai menjadi tempat persembunyian mereka.
Upaya tersebut mendapat penolakan dari sejumlah warga, terutama ibu-ibu yang berada di rumah tersebut dan lingkungan sekitarnya.
Akibatnya, petugas tidak berhasil mengamankan ketiga orang yang diburu saat itu.
Situasi berlanjut hingga sekitar pukul 00.20 WITA, Jumat (23/10). Puluhan warga yang mayoritas ibu-ibu mendatangi Mapolsek Makassar untuk memprotes kedatangan aparat ke rumah warga.
Saat aksi protes berlangsung, polisi mendapati seorang pria berinisial S alias O (25) diduga memprovokasi massa dengan menyerukan agar mereka menyerang kantor polisi.
“Yang bersangkutan terpantau melakukan provokasi dengan berkata ‘serang Polsek’ serta mengeluarkan kata-kata kotor lainnya. Sehingga yang bersangkutan diamankan ke Mapolsek Makassar,” jelasnya.
Pria tersebut diketahui berdomisili di Jalan Maccini Kidul, Makassar. Polisi kemudian mengamankannya saat aksi protes berlangsung.
Sekitar pukul 01.00 WITA, massa akhirnya diarahkan kembali ke rumah masing-masing. Situasi di sekitar Mapolsek Makassar pun kembali kondusif.
Dalam peristiwa tawuran tersebut, seorang warga bernama Kunni dilaporkan terkena anak panah busur di bagian kiri kepala. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Daya untuk mendapatkan penanganan medis.
Jaffar menyebutkan hingga laporan tersebut disampaikan, korban belum membuat laporan polisi terkait insiden yang dialaminya. []






