EKONOMINEWS

Rupiah Menguat Tipis, Tekanan Perang dan Kenaikan Harga Minyak Mengintai

DISTORI.ID – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (20/10/2026).

Mata uang Indonesia tercatat berada di level Rp18.029 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.

Sejumlah mata uang kawasan turut mencatatkan kenaikan, antara lain yuan China sebesar 0,04 persen, peso Filipina 0,04 persen, ringgit Malaysia 0,02 persen, dolar Singapura 0,02 persen, yen Jepang 0,01 persen, serta won Korea Selatan yang menguat 0,29 persen.

Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak stagnan terhadap dolar AS.

Di pasar mata uang negara maju, euro menguat 0,06 persen dan poundsterling Inggris naik 0,11 persen.

Dolar Kanada juga terapresiasi 0,13 persen, disusul franc Swiss yang menguat 0,15 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,06 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai prospek rupiah masih dibayangi ketidakpastian. Meski demikian, sejumlah kebijakan pemerintah diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi pergerakan mata uang Garuda.

Salah satu langkah yang disoroti adalah keputusan mengeluarkan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholder Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Meski masih penuh ketidakpastian, langkah pemerintah, di antaranya mengeluarkan saham HSC dari IHSG, diharapkan bisa memberikan sentimen positif dan dukungan terhadap rupiah,” ujar Lukman.

Di sisi lain, tekanan eksternal masih menjadi risiko bagi rupiah. Lukman menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Kenaikan harga minyak tersebut dinilai dapat kembali menekan pergerakan rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

“Faktor eksternal, seperti eskalasi di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan harga minyak mentah terus naik, akan kembali memberikan tekanan terhadap rupiah,” katanya.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button