DISTORI.ID – Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang melanda Panama pada Jumat (9/10) dilaporkan merusak sejumlah bangunan dan gereja.
Meski demikian, dampak kerusakan yang timbul dinilai relatif minim jika dibandingkan dengan besarnya kekuatan guncangan.
Hingga kini, pihak berwenang belum dapat memastikan total kerugian material maupun potensi korban jiwa.
Peristiwa ini tergolong langka bagi Panama, mengingat negara di kawasan Amerika Tengah tersebut terbilang jarang dihantam gempa berskala besar jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya.
Menurut laporan Badan Survei Geologi AS (USGS), gempa berpusat di kedalaman 12 kilometer, sekitar 10 kilometer sebelah barat daya Pitaloza Arriba sebuah wilayah terpencil di Provinsi Herrera.
Gempa utama M 7,7 tersebut kemudian disusul oleh gempa kuat susulan bermagnitudo 6,6 serta serangkaian getaran kecil lainnya. Kuatnya guncangan bahkan terasa hingga ke wilayah Kolombia.
Pascagempa, peringatan dini tsunami sempat diaktifkan untuk kawasan pesisir Panama, Kolombia, Kosta Rika, El Salvador, Peru, Meksiko, Guatemala, Nikaragua, hingga Ekuador, sebelum akhirnya dicabut karena ancaman dinilai mereda.
Kepanikan dan Kemacetan Parah
Guncangan heboh tersebut memaksa ribuan warga dan pekerja kantoran di pusat kota Panama City berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Langkah evakuasi massal ini memicu kemacetan lalu lintas yang parah di berbagai ruas jalan utama.
“Seluruh gedung telah dikosongkan dan semua orang berkumpul di luar. Masalahnya sekarang, kami bingung bagaimana caranya untuk bisa pulang,” ungkap Juan Sanchez (37), seorang pegawai kementerian ekonomi setempat.
Suasana mencekam juga disaksikan oleh Victor Pinzon (48), seorang petugas kebersihan.
Ia menceritakan kepanikannya saat melihat para pekerja pembersih jendela terombang-ambing di ketinggian gedung bertingkat saat gempa terjadi.
“Luar biasa mereka bisa selamat. Posisi mereka berayun-ayun layaknya orang di atas tempat tidur gantung,” tuturnya.
Saat ini, kondisi di Panama perlahan mulai pulih. Bandara Internasional Tocumen yang sempat menghentikan sementara jadwal penerbangan kini sudah kembali beroperasi secara normal. []






