DAERAHNEWS

Founder HYLIL Hadiri SICS Summit 2026 sebagai Researcher

DISTORI.ID – Founder HYLIL, apt. Nur Rahmah HM, terlibat sebagai researcher dalam The 1st SICS Scientific Conference yang digelar dalam rangkaian SICS Summit 2026 di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, 2-3 Oktober 2026.

Forum tersebut mempertemukan ilmuwan, cosmetic scientist, akademisi, regulator, dan pelaku industri kosmetik untuk membahas perkembangan ilmu kosmetik dan inovasi industri kecantikan.

SICS Summit 2026 mengangkat tema “Elevating Indonesia’s Beauty Industry: The Strategic Role of Cosmetic Scientists in Sustainable Innovation.” Sejumlah isu yang dibahas dalam forum tersebut mencakup perkembangan bahan kosmetik, formulasi, regulasi, serta inovasi produk yang berorientasi pada keberlanjutan.

Nur Rahmah mengatakan keterlibatannya dalam forum ilmiah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendekatan berbasis ilmu dalam pengembangan produk HYLIL.

“Menjadi brand founder bagi saya bukan hanya tentang menciptakan produk yang menarik secara komersial. Ada tanggung jawab untuk memastikan setiap keputusan dalam pengembangan produk memiliki dasar ilmu yang kuat, proses yang disiplin, dan orientasi terhadap kualitas,” kata Nur Rahmah, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, pemahaman ilmiah diperlukan dalam berbagai tahapan pengembangan produk kosmetik, mulai dari pemilihan bahan aktif, penentuan konsentrasi, kompatibilitas formula, stabilitas, hingga aspek keamanan dan pengalaman penggunaan konsumen.

Keterlibatan sebagai researcher di SICS Summit 2026 juga dimanfaatkan untuk memperbarui wawasan mengenai perkembangan formulasi dan inovasi kosmetik.

Pengetahuan yang diperoleh dari forum tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan produk HYLIL berikutnya.

Nur Rahmah menegaskan pendekatan berbasis ilmu akan terus menjadi bagian dari pengembangan HYLIL sebagai brand yang memiliki latar belakang farmasi.

“Beauty with Science, Built with Discipline,” ujarnya.

Ia mengatakan seorang founder tidak hanya dituntut memahami aspek bisnis, tetapi juga perlu terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu agar kualitas produk yang diberikan kepada konsumen dapat dipertanggungjawabkan.[]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button