DISTORI.ID – Sebuah toko grosir dan ritel yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terbakar hebat pada Sabtu (3/10/2026).
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di dalam ruangan toko. Percikan api kemudian menyambar kotoran kering dan material kayu bangunan yang sudah usang hingga api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Toko Mentari Pusat beserta seluruh barang dagangannya tidak berhasil diselamatkan. Nilai kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,5 miliar.
Api dengan cepat menguasai bangunan dan seluruh isi toko lantaran tidak diketahui sejak awal. Percikan api yang diduga muncul dari dalam ruangan membuat kebakaran terlambat diantisipasi hingga akhirnya meluas.
“Dugaan sementara munculnya api berasal dari korsleting listrik di ruangan toko. Selain toko dan seisinya, tidak terdapat mobil atau kendaraan bermotor yang turut terbakar,” kata Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Damkar Kabupaten Madiun, Andi Kurniawan, kepada wartawan.
Andi menjelaskan, toko tersebut dijaga oleh seorang penjaga yang tinggal di sekitar lokasi. Sementara pemilik toko, Imam Nawawi (65), saat kejadian tidak berada di lokasi.
Imam diketahui berada di rumahnya di Desa Jogodayuh, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Warga sekitar yang mengetahui adanya kebakaran kemudian berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api yang terus membesar.
Kepala Desa Balerejo, Tri Susilowati, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung di depan Kantor BRI Kecamatan Kebonsari itu.
“Informasinya alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kejadiannya tengah malam, saya tidak tahu penyebabnya. Tapi posisi kebakaran berada di depan Kantor BRI Kecamatan Kebonsari,” ujar Tri.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil komando milik Damkar Kabupaten Madiun diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api.
Besarnya api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu sekitar empat jam hingga akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Rumah-rumah warga yang berada di sisi kanan dan kiri toko juga dilaporkan dalam kondisi aman. Tidak ada kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, yang ikut terbakar.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat. []






