DISTORI.ID – Presiden resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia yang baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam Kabinet Merah Putih.
Usai dilantik, Suahasil menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden sekaligus menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah mengelola keuangan negara.
“Ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden dan dari Negara Republik Indonesia kepada saya. Saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut, dan semoga bisa menjalankan amanah yang diberikan,” ujar Suahasil kepada awak media usai pelantikan.
Suahasil mengungkapkan, informasi mengenai penunjukannya sebagai Menteri Keuangan baru diterimanya pada pagi hari sebelum prosesi pelantikan berlangsung pada sore hari.
Dalam penugasan tersebut, Presiden memberikan arahan agar Kementerian Keuangan terus menjaga kesehatan sekaligus kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Suahasil, APBN yang sehat dan kredibel menjadi fondasi penting untuk menopang program-program prioritas pemerintah sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Karena itu, pengelolaan keuangan negara akan diarahkan agar tetap akuntabel, transparan, efisien, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga defisit APBN tetap dalam batas yang aman, yakni di bawah 3 persen.
Di sisi lain, efisiensi anggaran akan terus didorong dengan memastikan setiap belanja negara memberikan hasil yang maksimal.
“Efisiensi bukan sekadar memotong anggaran. Yang paling penting adalah bagaimana mengoptimalkan belanja yang ada sehingga menghasilkan output yang maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain menjaga kesehatan APBN, Suahasil memastikan anggaran negara akan tetap diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas yang telah ditetapkan Presiden bersama kabinet.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kinerja internal Kementerian Keuangan.
Sekitar 77.000 pegawai Kemenkeu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia disebut menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi pengelolaan keuangan negara sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi.
Respons Pasar dan Transisi Kepemimpinan
Terkait respons pasar terhadap perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan, Suahasil menilai dinamika tersebut merupakan hal yang wajar.
Ia menegaskan bahwa penunjukannya tidak semata-mata merupakan pergantian kepemimpinan, melainkan bagian dari kesinambungan pengelolaan keuangan negara.
Pasalnya, Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan.
“Ini bukan perubahan, melainkan kelanjutan. Kita akan terus melanjutkan menjaga keuangan negara dengan cara yang lebih baik,” tegasnya.
Untuk memastikan proses transisi berjalan mulus, Kementerian Keuangan akan segera melakukan koordinasi dan evaluasi internal.
Langkah tersebut diperlukan agar seluruh fungsi kementerian tetap berjalan optimal dan tidak terganggu selama proses pergantian kepemimpinan.
Suahasil memastikan keberlanjutan pengelolaan keuangan negara menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan tugas barunya sebagai Menteri Keuangan. []




