DAERAHNEWSPERISTIWA

30 Titik Karhutla Muncul di Aceh Besar saat Kemarau, Bupati Larang Warga Bakar Lahan

DISTORI.ID – Sebanyak 30 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat terjadi di Kabupaten Aceh Besar selama musim kemarau tahun ini, dengan luas lahan terdampak mencapai 21 hektare.

Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram mengungkapkan hal itu saat memimpin apel siaga penanggulangan bencana kekeringan di Lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho, Aceh Besar, Rabu (5/8/2026).

Muharram mengatakan meski jumlah titik kebakaran cukup banyak, seluruh kejadian tersebut sejauh ini dapat diantisipasi oleh petugas di lapangan.

“Kebakaran hutan yang juga marak terjadi, jadi sudah 30 titik itu kebakaran di Aceh Besar, tapi Alhamdulillah bisa diantisipasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan potensi karhutla meningkat seiring musim kemarau yang menurut prediksi BMKG akan berlangsung lebih kering dari kondisi normal, ditambah potensi fenomena El Nino pada pertengahan hingga akhir 2026.

Kondisi tersebut menurutnya tidak hanya membawa ancaman kekeringan pada lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran yang dapat merusak ekosistem, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menurunkan kualitas udara.

Muharram meminta seluruh masyarakat Aceh Besar untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, khususnya di lahan gambut atau kawasan hutan, selama musim kekeringan berlangsung.

“Yang pertama jangan membakar di lahan gambut atau hutan di saat kekeringan seperti ini,” katanya.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, gampong, dunia usaha, dan relawan untuk memperkuat patroli di wilayah-wilayah rawan kebakaran serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Menurut Muharram, kesiapan personel, peralatan, dan pemantauan kondisi lapangan menjadi kunci utama pencegahan meluasnya karhutla di tengah musim kemarau panjang.

Ia juga meminta camat dan aparatur gampong terus memantau wilayah masing-masing dan mengedukasi warga soal bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Apel siaga tersebut turut dihadiri unsur PDAM, rumah sakit, kepolisian, dan TNI sebagai bagian dari langkah mitigasi bersama menghadapi kekeringan dan risiko kebakaran lahan yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button