DISTORI.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Jeneponto menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat sekitar 1 kilogram yang diduga akan diedarkan ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Dalam operasi tersebut, dua pria yang diduga berperan sebagai kurir berhasil ditangkap, sementara satu pelaku lainnya melarikan diri.
Pengungkapan kasus itu terjadi di Jalan Poros Makassar–Jeneponto, Kecamatan Binamu, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Polisi melakukan penyergapan terhadap sebuah mobil yang diduga membawa paket narkotika.
Kasat Resnarkoba Polres Jeneponto, Iptu Sahrir, mengatakan petugas sebelumnya telah menerima informasi terkait pergerakan narkotika yang berasal dari Makassar dan akan dibawa ke wilayah Bantaeng.
Saat hendak dihentikan, pengemudi mobil justru berusaha melarikan diri dengan menabrak kendaraan petugas yang digunakan untuk menghadang.
“Benar, kami berhasil mengamankan sekitar satu kilogram yang diduga narkotika jenis sabu,” kata Sahrir kepada wartawan, Jumat (12/6/2026)
Menurutnya, di dalam kendaraan tersebut terdapat tiga orang. Setelah mobil berhasil dihentikan, sopir membuka pintu kendaraan dan nekat melompat ke sungai yang berada di sekitar lokasi untuk menghindari penangkapan.
“Sementara itu, dua pria lainnya yang berada di dalam mobil berhasil diamankan oleh petugas tanpa perlawanan,” ungkapnya.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket besar yang diduga berisi sabu.
“Barang haram tersebut disembunyikan di bawah jok pengemudi,” katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sabu tersebut diduga menggunakan metode “tempel”, yakni diletakkan terlebih dahulu di suatu lokasi di Makassar sebelum diambil oleh kurir untuk kemudian dibawa ke tujuan berikutnya.
Polisi juga mengungkap para kurir dijanjikan upah sebesar Rp10 juta untuk mengantarkan paket tersebut ke Bantaeng.
“Selama perjalanan, mereka disebut menerima arahan dari seseorang melalui sambungan telepon,” jelasnya.
Saat ini, dua pelaku yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jeneponto.
Polisi juga terus memburu sopir yang melarikan diri serta mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang terkait dengan pengiriman sabu tersebut. []






