DISTORI.ID — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 19 Takengon, Kecamatan Rusip Antara, pada Selasa (7/4/2026).
Program ini mengusung tema penguatan pemulihan bencana melalui pembuatan mini komik digital berbasis memori kolektif Gayo, dengan dukungan pendanaan dari DIPA ISBI Aceh.
Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu sekolah yang terdampak banjir di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi latar penting dalam pelaksanaan program, di mana pemulihan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan ingatan kolektif dan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana.
Ketua tim PKM ISBI Aceh, Arizka Amanda, S.Pd., M.Pd, mengatakan pendekatan kreatif dipilih agar isu kebencanaan lebih mudah dipahami oleh siswa. Menurutnya, pengalaman bencana yang dialami langsung oleh lingkungan sekolah menjadi bahan refleksi yang kuat untuk diolah menjadi karya.
“Melalui komik digital, siswa diajak merekam dan menyampaikan kembali pengalaman kebencanaan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan dekat dengan keseharian mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Perwakilan kepala sekolah, Angga Prasetya, S.Pd., M.Pd, menilai program tersebut sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi sekolah dan siswa.
“Sebagai sekolah yang sempat terdampak banjir, kegiatan ini membantu siswa memahami pengalaman tersebut dengan cara yang lebih reflektif dan kreatif,” kata Angga.
Dalam sesi inti, pemateri Leini Nadira Rambe, S.Pd., M.Hum tampil sebagai salah satu narasumber utama yang menekankan pentingnya memori kolektif dalam proses pemulihan pascabencana. Ia menjelaskan bahwa pengalaman kebencanaan yang hidup di tengah masyarakat perlu didokumentasikan agar tidak hilang begitu saja.
“Komik digital menjadi medium yang efektif karena mampu menggabungkan cerita, visual, dan emosi. Dari sini, siswa bisa merefleksikan pengalaman mereka sekaligus menyampaikan pesan kebencanaan secara lebih kuat,” jelasnya.
Ia juga mengajak siswa untuk menggali cerita-cerita di sekitar mereka, termasuk pengalaman banjir yang pernah terjadi, untuk kemudian diolah menjadi narasi visual yang bermakna.
Sementara itu, pemateri lainnya, Imran Abdoel Gani, S.Sn., M.Sn, Siswantia Sar, S.S., M.A., dan Amris Albayan, M.Sn turut memberikan pendampingan teknis dalam pembuatan mini komik digital, mulai dari penyusunan alur cerita, penciptaan karakter, hingga teknik visualisasi.
Selain sebagai kegiatan edukatif, tim ISBI Aceh juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada pihak sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap lingkungan pendidikan yang terdampak bencana.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari siswa. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi hingga praktik pembuatan mini komik yang mengangkat pengalaman kebencanaan di lingkungan mereka.
Melalui program ini, ISBI Aceh berharap lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga mampu menjadi media pemulihan, penguatan memori kolektif, serta peningkatan kesadaran terhadap bencana di kalangan generasi muda. []






