AKADEMIKNEWSPENDIDIKAN

Prof Rita Novita, Dikukuhkan Sebagai Guru Besar di Usia Muda, Rektor UBBG: Bisa Menginspirasi Generasi Aceh

DISTORI.ID – Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd., dosen Pendidikan Matematika yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I UBBG resmi ditetapkan sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Pendidikan Matematika (Pembelajaran Bilangan dan Aljabar).

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 1952/M/KPT.KP /2026. Prof. Rita Novita ditetapkan sebagai Guru Besar terhitung 1 januari 2026 pada usia relatif muda yakni 38 tahun dan menjadi salah satu Guru Besar termuda di Aceh.

Prof. Rita Novita, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas amanah dan kepercayaan ini. Jabatan fungsional Profesor bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berinovasi dalam pengembangan pembelajaran matematika, khususnya pada aspek bilangan dan aljabar. Saya berharap kontribusi ini dapat memperkuat kualitas pendidikan matematika di Indonesia dan menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya,” ujar Prof. Rita.

Beliau menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan Civitas Akademika UBBG, serta keluarga tercinta atas bimbingan dan dukungannya.

Rektor UBBG, Prof. Lili Kasmini, turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Kami sangat bangga atas pencapaian Prof. Rita Novita, yang berhasil meraih jabatan fungsional Guru Besar di usia yang relatif muda. Ini merupakan prestasi luar biasa yang mencerminkan dedikasi, integritas, dan komitmen beliau dalam pengembangan ilmu Pendidikan Matematika. Semoga capaian ini semakin menguatkan reputasi UBBG sebagai perguruan tinggi yang unggul dan produktif dalam melahirkan akademisi berprestasi,” ujarnya.

Prof. Lili berharap pencapaian Guru besar di usia muda bisa menginspirasi generasi muda di Aceh supaya bisa mengejar impian dan cita-cita dalam dunia pendidikan.

Prestasi ini tidak menutup kemungkinan akan banyak lahir Guru Besar di lingkungan kampus UBBG dan perguruan tinggi lainnya karena yang muda lebih energi dalam berkarya dan mengembangkan pengetahuan.

Dengan bertambahnya Guru Besar di UBBG bisa memperkuat kapasitas akademik institusi dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi pendidikan yang berdampak luas bagi masyarakat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button