DISTORI.ID – Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh dalam sepekan terakhir membuat sebagian besar jaringan komunikasi lumpuh total.
Kondisi ini turut dirasakan pemain Persiraja Banda Aceh, Muammar Khadafi, yang mengaku sudah lima hari tidak dapat berkomunikasi dengan anak, istri, dan keluarganya di kampung halaman, Idi, Aceh Timur.
Hingga Minggu (30/11), Muammar mengungkapkan bahwa seluruh jaringan seluler di Aceh Timur tidak berfungsi, sehingga warga sulit memberi kabar maupun menerima informasi terbaru tentang lokasi pengungsian ataupun kondisi keluarga masing-masing.
“Saya sudah lima hari tidak bisa komunikasi dengan anak, istri, dan keluarga di kampung. Seluruh Aceh Timur tidak ada jaringan. Tempat mengungsi pun saya belum tahu,” ujar Khadafi dengan nada cemas, Minggu (30/11).
Situasi di Aceh Timur saat ini memang salah satu yang paling parah. Ribuan rumah dilaporkan terendam, sejumlah desa terisolasi, dan akses darat menuju beberapa wilayah terputus akibat tingginya debit air.
Kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi membuat banyak warga tidak bisa menghubungi keluarga mereka.
Merasa khawatir, Khadafi memutuskan untuk kembali ke Aceh Timur hari ini demi mencari tahu keberadaan keluarganya secara langsung.
Namun ia mengaku tidak memiliki kepastian harus mulai mencari ke mana.
“Saya hari ini pulang ke Aceh Timur untuk cari keluarga, tapi saya juga tidak tahu harus mencari ke mana,” katanya.
Pihak Persiraja Banda Aceh disebut memahami situasi darurat yang menimpa pemainnya.
Saat ini tim juga sedang libur usai pertandingan terakhir pekan lalu menghadapi Sriwijaya FC di Pegadaian Championship 2025/26.
Klub juga menyampaikan dukungan moril serta berharap kabar baik segera datang.
Banjir besar yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan ribu warga terdampak, ribuan rumah terendam, serta kerusakan pada jaringan komunikasi di berbagai kabupaten/kota.
Hingga kini, petugas masih berupaya mengevakuasi warga dan memulihkan akses komunikasi di wilayah-wilayah terdampak.
Sementara itu, Media Officer Persiraja, Ariful Usman membenarkan, tim Laskar Rencong saat ini dalam kondisi libur pasca laga terakhir di pekan ke-12.
“Semua pemain dan ofisial Persiraja dalam keadaan sehat dan baik-baik saja yang di Banda Aceh. Tim saat ini sedang libur, beberapa pemain sudah pulang ke kampung halaman,” kata Ariful.
“Ada beberapa keluarga dan orangtua pemain yang terdampak di beberapa kabupaten dan kota. Kami terus mengumpulkan informasi detail karena jaringan komunikasi dan listrik ke daerah terdampak masih terputus,” sambungnya.
Beberapa pemain Persiraja lainnya yang saat ini berada di daerah terdampak bencana, Muhammad Reza, M. Revan, dan Mujahidin sudah memberikan kabar dan dalam kondisi aman. []






